digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Alterasi permukaan akibat rembesan mikro hidrokarbon umumnya bersifat samar dan tidak dapat diidentifikasi secara andal menggunakan satu indikator karena respons spektral, geofisika, dan biofisika dapat dipengaruhi oleh variasi litologi maupun faktor non-hidrokarbon. Penelitian ini mengembangkan pendekatan konvergensi multiparameter untuk mendelineasi zona alterasi yang terindikasi berkaitan dengan rembesan mikro hidrokarbon pada dua area dengan litologi yang berbeda di Distrik Cova Lima, Timor-Leste, yaitu Formasi Viqueque (Area 1) dan Kompleks Bobonaro (Area 2). Zona kandidat ditentukan menggunakan indeks spektral besi feri dan fero dari citra Sentinel-2. Verifikasi dilakukan pada 76 titik pengamatan melalui aturan domain yang mensyaratkan konvergensi minimal satu parameter geofisika (suseptibilitas magnetik atau DRAD) dan satu parameter biofisika (SPAD atau rasio W). Hasil delineasi kemudian divalidasi secara independen menggunakan rasio geokimia HHXRF (Ca, Sr, dan Fe) serta mineralogi XRD, dengan densitas kelurusan Sentinel-1 dan kondisi vegetasi sebagai bukti kontekstual. Sebanyak 20 titik memenuhi aturan konvergensi dan membentuk tiga klaster zona alterasi halo, satu di Area 1 dan dua di Area 2 yang terpisah sekitar 513 m. Rasio Ca, Sr, dan Fe lebih tinggi di dalam zona alterasi halo, dengan Fe menunjukkan pemisahan yang signifikan pada uji Mann–Whitney dan uji-t Welch. Penyimpangan indeks besi dan Fe dari model reduksi sederhana diinterpretasikan sebagai akibat siklus oksidasi–reduksi berulang selama musim basah dan kering. Pendekatan ini berhasil mengidentifikasi indikasi adanya zona alterasi yang terbentuk baik di area 1 maupun area 2.