Pengeringan adsorptif merupakan metode pengeringan bersuhu rendah yang memanfaatkan adsorben untuk menurunkan kelembapan udara, tetapi efektivitasnya masih dibatasi oleh rendahnya difusivitas air di dalam bahan dan kejenuhan adsorben. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat pemanasan dan kapasitas penyerapan adsorben terhadap karakteristik pengeringan adsorptif pati singkong pada temperatur ruang. Penelitian dilakukan menggunakan tiga level pemanasan (low, medium, dan high) serta tiga variasi kapasitas penyerapan adsorben (100 g/1 jam, 200 g/2 jam, dan 300 g/3 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tingkat pemanasan meningkatkan temperatur udara dan bahan, mempercepat laju pengeringan, serta menurunkan kadar air akhir. Kapasitas penyerapan adsorben berperan dalam mempertahankan kelembapan relatif (RH) yang lebih stabil sehingga laju pengeringan lebih konsisten, tetapi tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar air akhir. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa tingkat pemanasan berpengaruh signifikan terhadap kadar air akhir (p = 0,003), sedangkan kapasitas penyerapan adsorben tidak signifikan (p = 0,205). Penambahan pasokan panas pada pengeringan adsorptif temperatur ruang terbukti meningkatkan efektivitas pengeringan tanpa mengubah karakteristik pengeringan bersuhu rendah.
Perpustakaan Digital ITB