digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Animasi pixel art untuk game umumnya dibuat dengan menggambar setiap frame secara manual. Smear frame adalah teknik animasi yang mendistorsi bentuk karakter selama perpindahan cepat untuk memperkuat kesan gerak, dan juga diterapkan dalam produksi animasi pixel art. Pembangkitan smear frame pada animasi pixel art selama ini masih terbatas pada transformasi sprite 2D tanpa memperhitungkan pergerakan karakter, sementara penelitian sebelumnya telah mampu membangkitkan smear frame secara otomatis pada animasi 3D. Penelitian ini memanfaatkan kemajuan tersebut untuk mengembangkan tools pada Unity yang mengotomasi pembangkitan animasi pixel art dengan efek smear dari karakter 3D beranimasi. Tools menggunakan data gerak skeletal untuk membentuk tiga jenis smear. Hasilnya dirasterisasi, diturunkan resolusinya menjadi ukuran piksel, lalu diekspor menjadi aset animasi Unity. Setiap tahap menyimpan hasilnya, sehingga pengembang dapat menyesuaikan parameter dan memperbarui hasil sebelumnya tanpa mengulang seluruh proses. Pengujian fungsional dan nonfungsional menunjukkan seluruh kebutuhan sistem terpenuhi dan alur utama sesuai spesifikasi. Untuk menilai kemudahan penggunaan tools, lima pengembang yang belum pernah menggunakannya menjalankan 11 skenario usability test, dan seluruh skenario diselesaikan meski sebagian memerlukan bantuan yang kemudian diperbaiki. Untuk menilai kejelasan gerak, 20 responden mengidentifikasi gerakan dan memberi skor MOS 1–5, kategori baik mulai skor 4. Lima dari enam gerakan dikenali seluruh responden dan Punch dikenali 19 dari 20, dengan MOS kejelasan gerak enam klip antara 3,10 dan 4,85, sedangkan ketujuh varian smear tetap baik antara 4,05 dan 4,35, setara pembanding tanpa smear pada 4,10. Hasil ini menunjukkan otomasi pembangkitan smear frame dari animasi 3D mempertahankan kejelasan gerak, menghasilkan smear berkategori baik, dan memudahkan pengembang menyelesaikan satu siklus produksi dan iterasi.