Gabriella Clara Duana [17521033]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Populasi global diproyeksikan akan mencapai 9,8 miliar pada 2050 dengan
populasi Indonesia mencapai 328,93 juta jiwa. Hal ini memicu tantangan
ketahanan pangan, terutama ketersediaan protein hewani (United Nation, n.d.).
Merespon hal ini, FAO (Food and Agriculture Organization) mempromosikan
praktik memakan serangga, atau yang disebut dengan entomofagi, sebagai sumber
protein alternatif di masa depan (Van Huis dkk., 2013). Namun, ketakutan akan
serangga (entomofobia) menghambat penerimaan entomofagi karena
ketidakpuasan sensori dan masalah higienitas (Ruby dkk., 2015). Sementara itu, di
Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tercatat sebanyak 17,02%
balita mengalami stunting akibat kekurangan protein, meskipun serangga tersedia
sebagai sumber pangan lokal (Muyasaroh, 2024). Penelitian ini akan
mengembangkan desain produk pangan dan pengalaman makan berbasis serangga
untuk memberikan eksposur awal positif terhadap serangga sebagai sumber
pangan lokal pada anak-anak dengan mengintegrasikan aspek sensori dan budaya
Gunungkidul melalui pengalaman makan yang menyenangkan. Edukasi pada anak
pra-sekolah akan digunakan sebagai metode pengenalan pangan. Melalui studi
lapangan dan eksperimen desain, penelitian bertujuan untuk menciptakan produk
akhir yang relevan dengan budaya setempat. Hasil desain produk pangan dan
desain pendukungnya sebagai media dan sarana pengalaman makan edukatif
diharapkan dapat mendukung dan berkontribusi terhadap misi ketahanan pangan
di tahun 2050 dengan mempromosikan serangga sebagai protein alternatif masa
depan.
Perpustakaan Digital ITB