Abstrak - ERDIANTI WIGA PUTRI ANDINI
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Pengenalan gerakan tangan (Hand Gesture Recognition atau HGR) berbasis sinyal
surface electromyography (sEMG) berpotensi besar sebagai antarmuka manusia
dan komputer, tetapi kinerjanya menurun pada kondisi non-ideal seperti
pergeseran elektroda, perbedaan antar-subjek, perbedaan antar-hari, dan kelelahan
otot. Sebagian besar metode terdahulu dievaluasi pada kondisi ideal atau
memerlukan model terpisah untuk tiap kondisi, dan sebagian gestur sulit
dibedakan hanya dari sinyal sEMG. Tugas akhir ini mengembangkan pipeline
HGR berbasis deep learning dengan kerangka pooled-model, yaitu satu model
terpadu dilatih pada data gabungan lalu diadaptasi melalui kalibrasi ringan
berbasis regresi logistik pada deep features dan fitur rasio. Model usulan berupa
ensemble MSConvGRU dan MSConvFormer dengan front-end multi-scale
separable convolution dan channel attention, yang diperluas menjadi versi fusi
EMG dan IMU. Pipeline divalidasi pada dataset publik SeNic dan dataset rekaman
mandiri MindRove melalui delapan skenario non-ideal. Pada SeNic, ensemble
usulan mencapai rerata akurasi terkalibrasi 88,80% lintas skenario, mengungguli
seluruh baseline yang berkisar dari Support Vector Machine sebesar 71,94%
hingga MESTNet sebesar 82,85%. Pada MindRove, fusi EMG dan IMU
meningkatkan akurasi sebesar 5,63% hingga 7,26% dibandingkan model EMG
saja, dengan perbaikan terbesar pada pemisahan gestur rotasi pronasi dan supinasi,
sehingga model fusi terbaik mencapai 69,24%. Sebagai pembanding modalitas,
model versi IMU saja hanya mencapai rerata akurasi terkalibrasi sekitar 43%
hingga 50%, jauh di bawah versi EMG saja maupun fusi, sehingga IMU terbukti
bersifat komplementer dan bukan pengganti sEMG. Kalibrasi ringan memulihkan
akurasi dibandingkan mode zero-shot, dan ensemble usulan tetap layak untuk
penerapan real-time dengan latensi inferensi sekitar 103 milidetik per trial pada
akselerasi MPS. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi kerangka pooled-model,
kalibrasi ringan, dan fusi multimodal menghasilkan pengenalan gerakan tangan
yang lebih robust pada kondisi penggunaan dunia nyata.
Perpustakaan Digital ITB