Sistem Rekam Medis Elektronik (RME) konvensional menyimpan data kesehatan secara
tersebar pada setiap fasilitas pelayanan kesehatan sehingga tenaga kesehatan sulit memperoleh
gambaran kondisi pasien secara utuh. DecMed (Decentralized Medical Record
Management System) telah dikembangkan dengan pendekatan patient-centric untuk mengintegrasikan
data tersebut dan memberikan kendali data kepada pasien. Namun, sumber
data DecMed masih bersifat provider-centric karena hanya mengakomodasi data dari tenaga
kesehatan melalui kunjungan klinis, belum mencakup Patient-Generated Health Data
(PGHD) yang dihasilkan pasien secara mandiri melalui perangkat wearable, sensor kesehatan,
smartphone, maupun pencatatan manual. Data tersebut dapat melengkapi gambaran
kondisi pasien di antara kunjungan klinis dan mendukung pengambilan keputusan klinis,
sehingga diperlukan modul integrasi PGHD pada DecMed.
Penelitian ini mengembangkan modul integrasi PGHD pada DecMed yang mengumpulkan
dan mengirimkan data time-series secara offline-first, mempertahankan data saat perangkat
luring, melakukan sinkronisasi setelah koneksi tersedia, mencatat data provenance, serta
menjaga kerahasiaan dan integritas data melalui client Android pasien, Proxy Re-Encryption
Server, smart contract IOTA, dan IPFS.
Pengujian menunjukkan sistem berhasil memproses 151.200 record PGHD sintetis pada
laju 600 record per detik tanpa kehilangan data maupun crash, serta menerima 20 batch
konkuren dari 20 pasien tanpa kegagalan. Variasi manipulasi terhadap ciphertext, hash, tanda
tangan digital, referensi CID, dan metadata berhasil dideteksi dan ditolak, plaintext tidak
ditemukan pada titik yang diperiksa, dan akses tanpa persetujuan sah berhasil ditolak. Data
tetap tersimpan saat perangkat luring, pengiriman dijadwalkan ulang, dan diproses kembali
setelah koneksi tersedia tanpa kehilangan data, sehingga PGHD terbukti dapat diintegrasikan
ke DecMed melalui modul ini sesuai skenario pengujian.
Perpustakaan Digital ITB