Pengelolaan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan bagian penting dari
reformasi birokrasi yang bertujuan meningkatkan kualitas kinerja organisasi dan
pelayanan publik. Seiring dengan perubahan struktur organisasi, sistem kerja, dan
penerapan PermenpanRB No. 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai
ASN, instansi pemerintah dituntut melaksanakan pengelolaan kinerja secara
menyeluruh dan berkelanjutan. Namun, evaluasi kinerja ASN selama ini cenderung
hanya melihat dari capaian kinerja maupun indikator organisasi, sehingga belum
mampu menjelaskan dinamika pengelolaan kinerja secara komprehensif. Kondisi
ini menjadi keterbatasan organisasi dalam mengidentifikasi masalah dan
menentukan prioritas perbaikan pengelolaan kinerja secara efisien. Oleh karena itu
diperlukan suatu model yang dapat menggambarkan pengelolaan kinerja ASN
secara holistik. Model Context, Input, Process, Product (CIPP) adalah kerangka
utama yang memastikan adanya 4 komponen pembentuk model. Komponen ini
kemudian diisi dengan variabel yang berasal dari Systematic Literatur Review
(SLR), divalidasi relevansinya oleh pakar melalui metode Delphi dan diuji secara
empiris dengan Structural Equation Modeling (SEM). Pada tahap terakhir
dilakukan analisis topik masukan responden dengan menggunakan BERTopic
untuk memperkaya hasil penelitian.
Hasil dari SLR menghasilkan 12 variabel utama yang kemudian dikelompokkan
menjadi 6 konstruk utama, yaitu governance, performance management, work
support system, human capital, work attitude, dan performance outcome. Jumlah
data yang diolah dalam penelitian ini sebanyak 575 data berasal dari ASN
Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hasil yang diperoleh, governance berpengaruh
signifikan pada work support system, work support system mempengaruhi human
capital dan performance management, keduanya kemudian mempengaruhi
performance outcome dimediasi oleh work attitude. Temuan ini menunjukkan
pengelolaan kinerja ASN adalah proses yang saling terkait antara organisasi,
lingkungan kerja, kompetensi, kepemimpinan dan juga engagement serta motivasi
pegawai. Penelitian ini menghasilkan model pengelolaan kinerja ASN yang
tervalidasi secara konseptual dan empiris serta dapat digunakan untuk memperbaiki
kualitas kinerja ASN secara berkelanjutan
Perpustakaan Digital ITB