digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - BILLY HADINATA
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah institusi pendidikan yang telah berdiri lebih dari 100 tahun di Indonesia. ITB bergerak melalui arah pengembangan yang dituang pada Rencana Induk Pengembangan (RENIP) untuk jangka waktu 25 tahun ke depan, yang kemudian dijabarkan ke dalam Rencana Strategis (Renstra) untuk periode 5 tahun, dan kemudian diterjemahkan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT). Salah satu tantangan utama dalam penyusunan RKAT adalah menentukan alokasi anggaran yang diterima suatu unit kerja, yang digunakan oleh unit kerja tersebut untuk merealisasikan output kinerja. Keterbatasan anggaran yang ada menjadi isu yang mendorong problemowner (Direktorat Perencanaan ITB) untuk bisa membuat suatu sistem alokasi sumber daya yang bertujuan untuk memaksimalkan realisasi output secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model matematis yang dapat digunakan untuk menetapkan alokasi anggaran tahunan ITB guna memaksimalkan pencapaian output kinerja unit-unit kerja, khususnya Unit Kerja Akademik (UKA) yang menjalankan secara langsung kegiatan tridarma perguruan tinggi. Proses pengembangan model memanfaatkan model referensi untuk menyusun suatu metode yang mengintegrasikan realisasi output UKA dan batasan anggaran yang tersedia. Model dikembangkan dengan mengintegrasikan Data Envelopment Analysis (DEA) untuk memperoleh skor inefisiensi (dua model DEA) dan Multi-Objective Linear Programming (MOLP) untuk realokasi sumber daya (empat model MOLP) dengan mengacu pada model referensi Korhonen & Syrjänen (2004). Dengan menggunakan model yang dikembangkan, dapat diidentifikasi unit-unit kerja yang sudah efisien dan yang belum efisien dalam memanfaatkan sumber daya yang diberikan. Dengan model yang dikembangkan dapat dilakukan percobaan untuk menentukan besaran penambahan atau pengurangan anggaran yang mempertimbangkan kapabilitas dan skala unit. Pada uji coba realokasi, persentase DMU yang mengalami pengurangan anggaran tercatat sebesar 27,10% (Model 1), 25,87% (Model 2), 36,41% (Model 3), dan 37,13% (Model 4); sedangkan pada realokasi berbasis tridharma, persentase DMU yang mengalami pengurangan anggaran adalah 28,47% (pendidikan), 44,38% (penelitian), dan 28,36% (pengabdian masyarakat). Secara keseluruhan, model dan algoritma yang dikembangkan mampu membentuk sistem optimisasi alokasi sumber daya yang mempertimbangkan kondisi total anggaran, batas bawah dan batas atas perubahan anggaran tiap unit, serta asumsi kebijakan yang ditetapkan problem-owner, sehingga dapat menjadi dasar alokasi yang lebih berbasis kinerja dan transparan.