Abstrak - BILLY HADINATA
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah institusi pendidikan yang telah berdiri lebih dari
100 tahun di Indonesia. ITB bergerak melalui arah pengembangan yang dituang pada
Rencana Induk Pengembangan (RENIP) untuk jangka waktu 25 tahun ke depan, yang
kemudian dijabarkan ke dalam Rencana Strategis (Renstra) untuk periode 5 tahun, dan
kemudian diterjemahkan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT). Salah
satu tantangan utama dalam penyusunan RKAT adalah menentukan alokasi anggaran yang
diterima suatu unit kerja, yang digunakan oleh unit kerja tersebut untuk merealisasikan
output kinerja. Keterbatasan anggaran yang ada menjadi isu yang mendorong problemowner
(Direktorat Perencanaan ITB) untuk bisa membuat suatu sistem alokasi sumber daya
yang bertujuan untuk memaksimalkan realisasi output secara keseluruhan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model matematis yang dapat digunakan
untuk menetapkan alokasi anggaran tahunan ITB guna memaksimalkan pencapaian output
kinerja unit-unit kerja, khususnya Unit Kerja Akademik (UKA) yang menjalankan secara
langsung kegiatan tridarma perguruan tinggi. Proses pengembangan model memanfaatkan
model referensi untuk menyusun suatu metode yang mengintegrasikan realisasi output UKA
dan batasan anggaran yang tersedia. Model dikembangkan dengan mengintegrasikan Data
Envelopment Analysis (DEA) untuk memperoleh skor inefisiensi (dua model DEA) dan
Multi-Objective Linear Programming (MOLP) untuk realokasi sumber daya (empat model
MOLP) dengan mengacu pada model referensi Korhonen & Syrjänen (2004).
Dengan menggunakan model yang dikembangkan, dapat diidentifikasi unit-unit kerja yang
sudah efisien dan yang belum efisien dalam memanfaatkan sumber daya yang diberikan.
Dengan model yang dikembangkan dapat dilakukan percobaan untuk menentukan besaran
penambahan atau pengurangan anggaran yang mempertimbangkan kapabilitas dan skala unit.
Pada uji coba realokasi, persentase DMU yang mengalami pengurangan anggaran tercatat
sebesar 27,10% (Model 1), 25,87% (Model 2), 36,41% (Model 3), dan 37,13% (Model 4);
sedangkan pada realokasi berbasis tridharma, persentase DMU yang mengalami
pengurangan anggaran adalah 28,47% (pendidikan), 44,38% (penelitian), dan 28,36%
(pengabdian masyarakat).
Secara keseluruhan, model dan algoritma yang dikembangkan mampu membentuk sistem
optimisasi alokasi sumber daya yang mempertimbangkan kondisi total anggaran, batas
bawah dan batas atas perubahan anggaran tiap unit, serta asumsi kebijakan yang ditetapkan
problem-owner, sehingga dapat menjadi dasar alokasi yang lebih berbasis kinerja dan
transparan.
Perpustakaan Digital ITB