Peningkatan teknologi berbasis energi terbarukan merupakan strategi utama dalam diversifikasi energi dan mitigasi perubahan iklim, khususnya pada wilayah terpencil dan sistem off-grid dimana pembangkitan konvensional umumnya berbiaya tinggi dan bersifat intensif karbon. Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) memiliki potensi yang signifikan karena karakteristiknya yang modular, scalable, serta menunjukan tren penurunan biaya investasi yang berkelanjutan. Namun demikian, pemanfaatan PLTS masih dibatasi oleh sifat interimitennya sehingga penggunaan sistem penyimpanan energi (ESS) menjadi komponen krusial sekaligus menantang dalam aspek penentuan kapasitas optimal.
Makalah ini mengusulkan suatu kerangka kerja dalam PLTS PV terhadap ketersediaan energi harian minimum, yang dikuantifikasi menggunakan indeks intermitensi yang dinotasikan sebagai ????????. Dengan memaksimalkan metrik berbasis intermitensi tersebut, variabilitas daya PLTS direduksi melalui agregasi lokasi pembangkit sebelum dilakukan penentuan kapasitas ESS. Konfigurasi PLTS hasil proses ini selanjutnya digunakan dalam kerangka optimisasi untuk menentukan kapasitas ESS yang diperlukan guna memenuhi target penetrasi energi terbarukan serta batasan operasional sistem.
Perpustakaan Digital ITB