Microbial electroctrosynthesis (MES) adalah teknologi produksi biogas masa depan yang
memproduksi metana dari CO2 dengan bantuan energi eksternal. Penelitian ini
mengevaluasi kinerja reaktor microbial electrosynthesis (MES) single chamber
dibandingkan reaktor anaerobic digester (AD) konvensional untuk meningkatkan
produksi metana. Evaluasi didasarkan pada variasi tegangan, pengadukan mekanis, jenis
substrat, dan material katode. Hasil menunjukkan MES berkinerja paling optimal pada
tegangan 1,5 V, menghasilkan konsentrasi metana 48,47% dan volume metana dengan
rasio relatif 400–500% lebih tinggi dari kontrol. Keberhasilan ini dicapai saat densitas
arus stabil di rentang 18 × 10?? mA/cm² hingga 28 × 10?? mA/cm². Sebaliknya, kinerja
sistem menurun pada tegangan yang lebih rendah (1 V dan 1,25 V) akibat tingginya
hambatan internal. Pengadukan mekanis 200 rpm terbukti efektif memecahkan hambatan
hidrodinamika, mencapai produksi puncak 1.834,0 ml biogas dan 786,0 ml CH4. Kinerja
ini sangat bergantung pada penggunaan substrat sludge atas yang kaya bahan organik dan
volatile fatty acids (VFA), berbeda dengan sludge bawah yang berisiko memicu foaming.
Pada material katode, carbon paper memiliki biokompatibilitas lebih tinggi dibandingkan
carbon rod, meski adaptasi awalnya lebih lambat karena strukturnya rentan terhadap
shear stress. Secara keseluruhan, konfigurasi MES paling optimal dicapai pada tegangan
1,5 V dengan substrat sludge atas berpengaduk. Konfigurasi strategis ini terbukti sangat
layak diterapkan dengan net energy relatif mencapai penambahan 12 kali lebih besar
terhadap reaktor konvensional, menjadikannya terobosan yang efisien untuk produksi
energi terbarukan.
Perpustakaan Digital ITB