digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Bahan Tambahan Pangan (BTP) merupakan bahan yang diperlukan dalam pembuatan pangan olahan. Oleh karena itu keamanan, manfaat, dan mutu BTP harus dijamin sebelum digunakan. Kajian awal keamanan bahan tersebut dapat dilakukan melalui kajian interaksinya dengan berbagai target biologi yang relevan. Reseptor muskarinik (M2) memiliki peran kunci dalam memodulasi fungsi jantung dan proses sentral penting lainnya, sehingga merupakan salah satu target biologi yang relevan dalam kajian keamanan suatu zat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode penapisan untuk melakukan evaluasi keamanan BTP melalui kajian interaksinya dengan reseptor muskarinik M2. Penelitian dilakukan terhadap senyawa-senyawa BTP yang telah diketahui keamanannya dan senyawa-senyawa obat yang bekerja secara agonis maupun antagonis pada muskarinik M2 sebagai pembanding. Kajian interaksi yang dilakukan mencakup simulasi docking dan dinamika molekul. Dari hasil simulasi docking dilakukan penentuan prioritas senyawa BTP berdasarkan jumlah interaksinya dengan asam amino kunci dan besaran nilai energi bebas ikatan. Konformasi hasil docking selanjutnya digunakan sebagai konformasi awal pada simulasi dinamika molekul. Dari hasil simulasi dinamika molekul senyawa pembanding, didapatkan nilai ambang batas Ki sebesar 0,046 nM dan asam amino kunci yaitu Tyr104, Tyr403, Cys429, dan Ala194. Senyawa BTP yang memiliki nilai Ki lebih kecil dari 0,046 nM dan memiliki interaksi dengan asam amino kunci diperkirakan berpotensi tidak aman berdasarkan kajian in silico karena menunjukkan afinitas terhadap reseptor sehingga berpotensi untuk memberikan efek farmakologi yang sama seperti senyawa pembanding. Dari 40 senyawa BTP yang dikaji lebih lanjut menggunakan simulasi dinamika molekul, terdapat 25 senyawa BTP yang diperkirakan berpotensi tidak aman. Berdasarkan hasil keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa metode kajian interaksi BTP secara in silico pada reseptor muskarinik M2 berpeluang untuk dikembangkan dan dievaluasi lebih lanjut sebagai metode alternatif dalam penapisan keamanan BTP.