Model tiruan pembuluh darah (phantom) berbasis Polyvinyl Alcohol Hydrogel
(PVA-H) banyak digunakan untuk pelatihan bedah, pengembangan alat medis,
hingga studi hemodinamika, karena kemiripan sifat mekaniknya dengan jaringan
pembuluh darah asli. Salah satu tantangan utama dalam fabrikasi phantom PVA-H
adalah pembentukan lumen berongga pada geometri yang bercabang, yang sulit
dicapai dengan metode cetakan langsung. Penelitian ini mengembangkan metode
sacrificial molding menggunakan gipsum (Kalsium Sulfat Dihidrat/CaSO?·2H?O)
sebagai inti cetakan untuk membentuk phantom pembuluh lurus (straight vessel:
Abdominal Aorta, Common Iliac, dan Brachialis) serta pembuluh bercabang
(bifurcation: sudut 45°, 60°, dan 75°). Tahapan penelitian meliputi pemilihan
komposisi gipsum melalui uji waktu pengerasan, uji pelemahan inti, dan uji
kekuatan patah, dilanjutkan dengan fabrikasi phantom melalui proses casting dan
freeze–thaw PVA-H, kemudian validasi geometri menggunakan Confocal Laser
Scanning Microscope (CLSM) untuk ketebalan dinding dan jangka sorong digital
untuk diameter dalam lumen. Hasil pengujian menunjukkan bahwa deviasi
diameter dalam lumen terhadap desain digital berhasil memenuhi kriteria
keberhasilan (<10%), dengan nilai deviasi berkisar 1,22%–8,80% pada seluruh
varian yang telah diuji. Sebaliknya, deviasi ketebalan dinding belum memenuhi
kriteria tersebut, dengan deviasi 16,20%–23,82% pada varian pembuluh lurus dan
55,84%–101% pada varian bifurkasi, yang diduga disebabkan oleh penyusutan
(shrinkage) PVA-H yang tidak seragam selama freeze–thaw serta keterbatasan
presisi cetakan inti gipsum bercabang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode
sacrificial molding berbasis gipsum layak digunakan untuk membentuk geometri
lumen yang presisi, namun memerlukan optimasi lebih lanjut pada pengendalian
ketebalan dinding, khususnya untuk geometri bercabang.
Perpustakaan Digital ITB