digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Stunting merupakan isu strategis di Indonesia yang penanganannya memerlukan keterlibatan banyak pihak, termasuk apoteker komunitas sebagai tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan pelayanan masyarakat. Namun, apoteker komunitas masih menghadapi kesenjangan kompetensi dalam pelayanan kefarmasian terkait stunting, sementara instrumen asesmen kompetensi yang terstandar dan media pembelajaran digital yang kontekstual belum tersedia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran digital berbasis Website sebagai asesmen kompetensi pelayanan kefarmasian fokus stunting pada apoteker komunitas yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian menggunakan metodologi R&D dengan model Plomp yang terdiri atas tiga fase, yaitu penelitian pendahuluan (preliminary research), pengembangan prototipe (prototyping phase), dan penilaian (assessment phase), dengan kriteria kualitas Nieveen (2013). Subjek penelitian adalah apoteker komunitas yang berpraktik pada sarana farmasi komunitas (apotek, Klinik, Puskesmas). Hasil fase penelitian pendahuluan dilakukan studi literatur untuk memetakan domain penilaian kompetensi (pengetahuan, sikap dan praktik) serta dilakukan studi lapangan wawancara (n=9) apoteker komunitas untuk mengidentifikasi peran strategis dan kebutuhan sebagai dasar pengembangan. Pada fase pengembangan, prototipe dinyatakan valid (berdasarkan indeks Aiken's V pada 3 ahli materi (0,859), 3 ahli IT (0,841), dan 3 ahli media (0,800), serta pada uji kepraktisan dinyatakan sangat praktis (88,9) berdasarkan uji one-to-one pengguna nyata (n=3) serta kategori praktis pada uji small group (n=9) dengan nilai 78,1. Dilanjutkan pada fase evaluasi (n=33) apoteker komunitas, uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan peningkatan signifikan dengan probabilitas <0,001 (p < 0,05), dan Effect Size (r) kategori besar dengan nilai r tertinggi pada domain praktik (r = 0,891), pengetahuan (r = 0,882), dan sikap (r = 0,881). Hasil uji N-Gain Score menunjukkan kategori sedang (pengetahuan 0,61; sikap 0,67; praktik 0,65). Kesimpulannya media pembelajaran digital yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif sebagai instrumen asesmen kompetensi pelayanan kefarmasian fokus stunting pada apoteker komunitas.