Perkembangan teknologi ketenagalistrikan pada era Revolusi Industri 4.0 mendorong penerapan sistem otomasi dan manajemen energi berbasis Smart Grid yang terintegrasi dengan Energi Baru Terbarukan (EBT). Namun, pembelajaran otomasi industri dan sistem manajemen energi pada pendidikan vokasi masih menghadapi keterbatasan media praktik yang representatif dan sesuai dengan kebutuhan industri. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan trainer PLC–HMI berbasis Automatic Transfer Switch (ATS) pada sistem pembangkit listrik hibrida PLN–PLTS–genset, mengetahui kinerja sistem trainer dalam melakukan perpindahan sumber daya listrik secara otomatis, menguji validitas media pembelajaran, serta mengetahui efektivitas penggunaan trainer terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan tiga tahapan utama, yaitu planning, development, dan evaluation.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa trainer mampu melakukan perpindahan sumber daya secara otomatis sesuai logika prioritas sumber energi antara PV, PLN, dan genset. Sistem monitoring tegangan memiliki tingkat kesalahan sebesar 1,33% pada sumber PV dan 0,30% pada sumber PLN sehingga masih berada di bawah batas toleransi ±3% berdasarkan standar SPLN D3.033-1:2020. Hasil uji validitas memperoleh nilai rata-rata Aiken’s V sebesar 0,84 dengan kategori valid. Hasil uji efektivitas menunjukkan gain score sebesar 47,74 pada Kelompok A, 66,45 pada Kelompok B, dan 57,32 pada Kelompok C. Selain itu, hasil paired sample t-test menunjukkan nilai t hitung lebih besar dibandingkan t tabel sehingga terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah penggunaan trainer. Dengan demikian, trainer PLC–HMI berbasis ATS dinyatakan valid, layak, dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran sistem kendali dan manajemen energi pada Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL).
Perpustakaan Digital ITB