digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pemodelan matematika merupakan salah satu kemampuan matematis yang sangat penting dimiliki oleh siswa dalam prosesnya menyelesaikan berbagai masalah dunia nyata. Hal tersebut karena pemodelan matematika melibatkan berbagai tahapan seperti menyederhanakan masalah, memahami masalah, membangun model matematis, melakukan perhitungan matematis dengan menggunakan model yang dikonstruksi, melakukan interpretasi, serta proses mengkomunikasikan hasil perhitungan yang diperoleh dengan menggunakan model yang telah dibuat. Kemampuan pemodelan matematika sangat erat dengan kemampuan literasi matematis yang diujikan pada tes PISA. Akan tetapi, berdasarkan hasil PISA dari tahun ke tahun, diketahui bahwa kemampuan siswa Indonesia kian menurun. Hal tersebut, mendorong peneliti untuk membuat serta mengembangkan materi ajar pemodelan matematika untuk membantu guru dalam mengembangkan kemampuan siswanya dalam pemodelan matematika yang juga menjadi alat dalam menyelesaikan masalah literasi matematis. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahapan Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian diawali dengan melakukan analisis kurikulum yang bekerja di di sistem pendidikan Indonesia. Kemudian, peneliti melanjutkan tahapan pengembangan untuk Design dan Development materi pemodelan sesuai dengan materi ajar yang dikembangkan diawali dengan materi prasyarat, contoh soal, serta soal pemodelan yang terbatas pada elemen aljabar dan kalkulus. Tahapan terakhir dalam pengembangan materi ajar ini ialah Implementation dan Evaluation. Pada tahapan ini peneliti melakukan uji validasi melalui angket untuk sejumlah ahli. Lebih lanjut, peneliti juga mengujicobakan salah satu soal yang dibuat kepada siswa kelas XI di MAN 1 Bandung. Hasil perhitungan validasi menunjukkan angka rerata 3,53 yang termasuk sangat valid dalam skala likert. Lebih lanjut, hasil perhitungan rata-rata jawaban siswa juga menujukkan hasil bahwa siswa sangat baik dalam menyelesaikan masalah pemodelan walaupun masih kesulitan dalam proses mengubah masalah dunia nyata ke dalam konteks matematika. Penelitian ini merekomendasikan penerapan materi ajar utnuk meningkatkan kemampuan pemodelan matematika, serta penelitian lanjutan pada tahap implementasi dan evaluasi yang lebih luas.