Transparansi parlemen Indonesia masih terhambat oleh data legislatif yang terfragmentasi
ke dalam dokumen tidak terstruktur, yaitu berkas PDF risalah rapat komisi
hasil pemindaian, artikel berita media daring nasional, dan situs fraksi partai
politik. Ketiadaan satu titik akses terintegrasi berbasis dashboard analitis menyulitkan
masyarakat dalam menelusuri posisi sikap spesifik seorang anggota DPR RI
terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) secara cepat dan akurat. Penelitian ini
bertujuan mengembangkan platform Legislative Activity Tracker (LAT) berupa Analytical
Dashboard terintegrasi dengan pipeline Information Extraction (IE) hibrida
multi-sumber.
Pipeline IE dibangun menggunakan arsitektur dual-track. Jalur pertama (Track A)
mengekstraksi informasi secara deterministik dari metadata risalah rapat terstruktur
(87% korpus), sedangkan jalur kedua (Track B) mengimplementasikan Named
Entity Recognition (NER) berbasis fine-tuned IndoBERT pada artikel berita tak terstruktur
(13% korpus). Kedua jalur berkonvergen pada modul Entity Linking dan
Stance Classification untuk mengekstraksi Structured Event Log berformat tripel
?anggota, RUU, sikap?. Evaluasi model menerapkan skema design experiment baku
dengan pembagian dataset 80% data latih, 10% data validasi, dan 10% data uji
terpisah (held-out test set) yang mengadopsi standar benchmark IndoNLU.
Hasil eksperimen menunjukkan model NER IndoBERT mencapai skor Macro-F1
sebesar 89,8%, modul Person Linking mencapai akurasi Top-1 sebesar 78,0%, dan
Stance Classification mencapai skor Macro-F1 sebesar 85,7%. Evaluasi end-to-end
menghasilkan akurasi tripel ketat sebesar 18,0%–28,0%, yang terbukti konsisten secara
matematis dengan ekspektasi propagasi galat berantai (cascading error 21,8%)
di mana klasterisasi RUU/isu menjadi bottleneck utama (58% galat). Pengujian kemudahan
dan nilai guna analitis melalui Domain Expert Validation menghasilkan
skor utilitas rata-rata sebesar 4,35 dari 5,00 (skala Likert), membuktikan bahwa
Analytical Dashboard yang dikembangkan berhasil menyatukan data legislatif terfragmentasi
menjadi informasi terstruktur yang andal dan mudah ditelusuri.
Perpustakaan Digital ITB