Abstrak - Fitri Yufia Salsabila
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Vaksin mRNA membuka peluang baru dalam pengembangan vaksin tuberkulosis (TB) karena
mampu merangsang respons imun humoral dan seluler secara kuat, risiko integrasi dengan
genom inang rendah, dapat diproduksi cepat melalui in vitro transcription, dapat dirancang
secara presisi juga mudah dimodifikasi menggunakan sekuens antigen target, serta lebih aman
bagi individu dengan gangguan sistem imun dibandingkan vaksin yang dilemahkan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengembangkan kandidat vaksin mRNA multi-epitop Mycobacterium
tuberculosis dari konstruk Kandidat Vaksin (KV) yang memiliki 4 epitop sel T sitotoksik
(CTL), 1 epitop sel T penolong (HTL), dan 1 epitop sel B linear dengan menambahkan epitop
baru dari protein antigenik ESAT-6, Ag85A, PPE18, dan PepA yang teruji klinis melalui
pendekatan imunoinformatika. Epitop CTL, HTL, dan sel B linear diprediksi menggunakan
NetCTL 1.2, NetMHCIpan 4.0, IEDB MHC II Binding Prediction, NetMHCIIpan 4.0,
ABCpred, serta IFNepitope. Kemudian epitop terprediksi diseleksi berdasarkan antigenisitas
(VaxiJen), non-alergenisitas (AllergenFP), non-toksisitas (ToxinPred 3.0), hidrofilisitas
(PepCalc, GRAVY), non IL-4 inducer (IL4pred), dan non IL-10 inducer (IL10pred). 4 Epitop
CTL, 1 epitop HTL, dan 10 epitop sel B linear lolos seleksi dipilih untuk dirangkai menjadi
beberapa konstruk vaksin (mKV) dengan kombinasi 1 epitop sel B linear menggunakan adjvan
PADRE dan linker spesifik (EAAK, CTL, AAY, GPGPG, dan KK). Setiap kombinasi konstruk
dianalisis antigenisitas (AllergenFP, AllergenTOP); non-alergenisitas (AllergenFP,
AllergenTOP); non-toksisitas (ToxinPred 2.0); kelarutan (PepCalc, Protein-Sol, GRAVY);
indeks instabilitas, indeks alifatik, berat molekul, perkiraan waktu paruh hidup (Expasy
ProtParam); pI teoritik (Expasy ProtParam, Protein-Sol); kemudian diprediksi struktur
sekunder (NPS@ GOR4), struktur tersier (trRosetta, UCLA-SAVES, MolProbity), serta
refinement model (GalaxyRefine2). Konstruk vaksin terbaik (mKV_6) terprediksi memiliki
antigenisitas tertinggi, non-alergen, non-toksik, larut dengan baik (GRAVY -0.377), stabil, dan
memiliki struktur tersier yang tervalidasi dengan baik. Molecular docking (ClusPro 2.0,
PRODIGY) menunjukkan mKV_6 berikatan kuat dengan reseptor sel imun TLR2 (?G -11.1
kcal/mol, Kd 6,8x10-9 M) dan TLR4 (?G -16.6 kcal/mol, Kd 6,7x10-13 M). Optimasi kodon
untuk Homo sapiens dari mKV_6 menghasilkan CAI 0,85 dengan konten GC 59,61 – 62,26%.
Sebagai validasi awal dalam ekspresi E. coli, transformasi plasmid pET-Ag85b berhasil
dilakukan pada E. coli DH5-? menggunakan metode heatshock. Gen pengkode Ag85B
memiliki ukuran sekitar 1045 bp dari hasil karakterisasi melalui PCR koloni dan visualisasi
elektroforesis. Studi ini menyediakan kandidat vaksin mRNA TB yang potensial untuk
pengujian in vitro lebih lanjut.
Perpustakaan Digital ITB