COVER Bihurin Salsabila Firdaus
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Bihurin Salsabila Firdaus
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Bihurin Salsabila Firdaus
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Bihurin Salsabila Firdaus
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Bihurin Salsabila Firdaus
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Bihurin Salsabila Firdaus
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Bihurin Salsabila Firdaus
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 7 Bihurin Salsabila Firdaus
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Bihurin Salsabila Firdaus
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Bihurin Salsabila Firdaus
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Pengadaan digital menjadi kebutuhan strategis bagi industri minyak dan gas yang
memiliki kompleksitas operasional tinggi. PT Kilang Pertamina Internasional (PT
KPI) sebagai entitas strategis di sektor energi nasional menghadapi permasalahan
berupa penggunaan 26 aplikasi pengadaan berbeda yang tersebar di berbagai Refinery
Unit (RU) dan Kantor Pusat. Ini menyebabkan proses manual yang berlapis,
rendahnya integrasi end-to-end, serta lamanya siklus persetujuan yang berdampak
pada efektivitas pengadaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi
Sistem Pengadaan Digital di PT KPI serta merancang perbaikan sistem yang
terintegrasi guna meningkatkan efektivitas proses pengadaan. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif-deskriptif yang diperkaya dengan analisis kuantitatif
komparatif terhadap kinerja proses. Kerangka analisis utama yang digunakan adalah
Six Sigma melalui metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control).
Pada tahap Analyze, dilakukan Business Process Analysis (BPA) untuk memetakan
kondisi as-is dan membandingkannya dengan rancangan to-be. BPA diperkuat
dengan penerapan Business Analysis Techniques (BAT) yang meliputi MOST Analysis,
Stakeholder Matrix, Cross-Functional Matrix, Gap Analysis, Five Whys, serta
KPI Monitoring Framework untuk mengidentifikasi akar permasalahan, kesenjangan
proses, serta indikator kinerja perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sistem saat ini memiliki kesenjangan pada aspek integrasi sistem, standarisasi proses,
kualitas data, dan visibilitas monitoring. Implementasi sistem pengadaan digital
terintegrasi berpotensi meningkatkan efektivitas melalui penyederhanaan alur kerja,
pengurangan duplikasi aplikasi, standarisasi proses, penguatan audit trail, serta
peningkatan visibilitas real-time. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan waktu
siklus dan peningkatan konsistensi data sebagai indikator peningkatan efektivitas
proses pengadaan. Secara kuantitatif, hasil perbandingan menunjukkan bahwa pengadaan
barang mengalami efisiensi sebesar 50%, sedangkan pengadaan jasa menunjukkan
efisiensi sebesar 43%.
Perpustakaan Digital ITB