Pengujian perangkat lunak merupakan elemen fundamental dalam rekayasa perangkat
lunak yang dapat mencakup hingga 80% dari total anggaran proyek untuk
mengurangi risiko terkait kompleksitas sistem yang tinggi. Pendekatan Test-Driven
Development (TDD) terbukti mampu menurunkan cacat produk, tetapi metodologi
ini memerlukan waktu dan usaha yang besar dalam penulisan test case di tahap awal
pengembangan. Berbagai metode otomatisasi telah dikembangkan, namun sebagian
besar masih membutuhkan kode program sebagai masukan. Oleh karena itu, terdapat
kebutuhan akan pendekatan otomatis yang mampu menggunakan dokumen
kebutuhan sebagai masukan untuk menghasilkan skenario pengujian yang komprehensif.
Kami mengembangkan sistem Retrieval-Augmented Generation (RAG)
untuk menghasilkan test purpose dan test case ID secara otomatis dari dokumen
spesifikasi kebutuhan Bluetooth. Kami menemukan bahwa sistem ini menghasilkan
test purpose dengan nilai rubrik antara 2,72 hingga 3,18 (skala 1-5), serta mencapai
nilai faithfulness rata-rata hingga 0,87 pada pasangan test purpose. Selain itu, test
case ID yang dihasilkan menunjukkan tingkat kemiripan melebihi 0,9 terhadap test
suite Bluetooth, meskipun tantangan dalam memproses data visual dan tabel masih
ditemukan. Hasil menunjukkan bahwa LLM dapat menjembatani kesenjangan antara
dokumen spesifikasi kebutuhan dan artefak pengujian untuk mendukung proses TDD.
Pendekatan ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan sistem multimodal di masa
depan yang mampu menafsirkan spesifikasi teknis kompleks guna mempercepat
siklus peluncuran produk perangkat lunak.
Perpustakaan Digital ITB