digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Christopher Abigail Surya
PUBLIC Open In Flipbook Alifah Yusriyah Salsabila

COVER Christopher Abigail Surya
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Christopher Abigail Surya
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Christopher Abigail Surya
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Christopher Abigail Surya
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Christopher Abigail Surya
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Christopher Abigail Surya
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Christopher Abigail Surya
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi biofertilizer Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan vegetatif, biomassa, Crop Growth Rate (CGR), dan Relative Growth Rate (RGR) tanaman bawang merah varietas Lokananta (Allium cepa L. var. aggregatum). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan enam taraf perlakuan, yaitu kontrol, 50%, 75%, 100%, 125%, dan 150% dari dosis anjuran Trichoderma sp., masing-masing 4 (empat) ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot basah, bobot kering, CGR, dan RGR. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Trichoderma sp. berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan dan biomassa tanaman bawang merah. Perlakuan P4 (125%) menghasilkan respons terbaik pada tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot basah, bobot kering, serta nilai CGR tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Diameter batang tertinggi diperoleh pada perlakuan P4 sebesar 0,9 ± 0,06 cm, sedangkan bobot basah dan bobot kering tertinggi masing-masing mencapai 23,21 g dan 2,42 g. Konsentrasi 125% setara dengan 1,375 × 10? propagul/g dinilai sebagai dosis optimum karena mampu meningkatkan akumulasi biomassa dan efisiensi pertumbuhan tanaman secara lebih efektif dibandingkan dosis rekomendasi umum 100%.