Penelitian ini menganalisis pengaruh frekuensi aplikasi biostimulan berbasis
rumput laut terhadap pertumbuhan vegetatif, laju pertumbuhan, komponen hasil,
dan mutu kimia jagung manis (Zea mays saccharata). Percobaan dilaksanakan di
Kebun Pendidikan SITH ITB, Haurngombong, Sumedang, pada September–
Desember 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat taraf
frekuensi (kontrol; 1×/minggu; 2×/minggu; 1×/2 minggu) dosis 2 g/L. Data
dianalisis dengan ANOVA (? = 0,05) dan uji lanjut Duncan; laju pertumbuhan
tanaman dianalisis melalui Laju Pertumbuhan Mutlak (LPM) dan Laju
Pertumbuhan Relatif (LPR). Aplikasi 2×/minggu memberikan LPM tinggi tanaman
tertinggi (36,4 cm/minggu; sekitar 14% di atas kontrol) serta tinggi tanaman, jumlah
daun, panjang, dan bobot tongkol tanpa kelobot terbaik, sedangkan mutu
(karbohidrat dan °Brix) tertinggi dicapai pada 1×/minggu. Respons antioksidan
(DPPH) tidak selaras dengan mutu gula, menunjukkan adanya trade-off metabolik.
Frekuensi aplikasi optimal perlu disesuaikan dengan target produksi yang
diinginkan.
Perpustakaan Digital ITB