digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Earron Keane Woen
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Penelitian ini menganalisis pengaruh frekuensi aplikasi biostimulan berbasis rumput laut terhadap pertumbuhan vegetatif, laju pertumbuhan, komponen hasil, dan mutu kimia jagung manis (Zea mays saccharata). Percobaan dilaksanakan di Kebun Pendidikan SITH ITB, Haurngombong, Sumedang, pada September– Desember 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat taraf frekuensi (kontrol; 1×/minggu; 2×/minggu; 1×/2 minggu) dosis 2 g/L. Data dianalisis dengan ANOVA (? = 0,05) dan uji lanjut Duncan; laju pertumbuhan tanaman dianalisis melalui Laju Pertumbuhan Mutlak (LPM) dan Laju Pertumbuhan Relatif (LPR). Aplikasi 2×/minggu memberikan LPM tinggi tanaman tertinggi (36,4 cm/minggu; sekitar 14% di atas kontrol) serta tinggi tanaman, jumlah daun, panjang, dan bobot tongkol tanpa kelobot terbaik, sedangkan mutu (karbohidrat dan °Brix) tertinggi dicapai pada 1×/minggu. Respons antioksidan (DPPH) tidak selaras dengan mutu gula, menunjukkan adanya trade-off metabolik. Frekuensi aplikasi optimal perlu disesuaikan dengan target produksi yang diinginkan.