COVER - Detha Audrey Syandani
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 - Detha Audrey Syandani
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 - Detha Audrey Syandani
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 - Detha Audrey Syandani
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 - Detha Audrey Syandani
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 - Detha Audrey Syandani
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA - Detha Audrey Syandani
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN - Detha Audrey Syandani
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Pilates reformer adalah salah satu bentuk latihan dari Pilates. Jenis latihan ini menggunakan resistensi pegas untuk menyesuaikan intensitas latihan, meningkatkan koordinasi otot, dan stabilitas. Contoh gerakan yang digunakan pada penelitian ini adalah forward facing arm work, khususnya variasi overhead triceps, yang melibatkan aktivasi otot triceps brachii dan anterior deltoid. Dalam pemilihan tingkat resistensi pegas pada Pilates reformer dapat memengaruhi aktivasi otot yang dihasilkan. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi resistensi pegas terhadap aktivasi otot lengan atas (triceps brachii dan anterior deltoid) pada gerakan forward facing arm work.
Metodologi penelitian diawali dengan studi pustaka dan pemilihan sepuluh subjek perempuan berusia 20–30 tahun yang memiliki indeks massa tubuh sebesar 18,5–24,9 kg/m², tidak memiliki riwayat cedera muskuloskeletal dalam satu tahun terakhir, tidak sedang hamil, memiliki pengalaman latihan Pilates reformer minimal selama tiga bulan, serta rutin berolahraga minimal satu kali setiap minggu. Kemudian, pengambilan data aktivasi otot menggunakan surface electromyography (sEMG) dan data range of motion (ROM) dengan optical motion capture (MoCap). Dari data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dan dibandingkan untuk mengevaluasi hubungan antara aktivasi otot triceps brachii dan anterior deltoid.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi resistensi pegas tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap aktivasi otot anterior deltoid (p = 0,584), namun memberikan pengaruh yang signifikan terhadap aktivasi otot triceps brachii (p = 1,77 × 10??). Kemudian, variasi resistensi pegas biru level dua (B2) menghasilkan nilai median persentase maximum voluntary contraction (%MVC) yang tertinggi, yaitu 45,2 sehingga menunjukkan tingkat aktivasi otot triceps brachii yang paling besar. Namun, berdasarkan hasil uji post hoc Bonferroni, aktivasi otot pada biru level satu (B1) tidak berbeda secara signifikan dibandingkan biru level dua (B2). Oleh karena itu, kedua variasi pegas biru dapat dianggap sama-sama efektif dalam meningkatkan aktivasi otot triceps brachii dibandingkan variasi pegas kuning.
Perpustakaan Digital ITB