Wilayah pesisir Teluk Jakarta merupakan kawasan yang rentan terhadap banjir rob.
Pembangunan Pulau C, D, G, dan N mengubah garis pantai dan batimetri yang
berpotensi memengaruhi hidrodinamika dan genangan. Penelitian ini bertujuan
menganalisis pengaruh reklamasi terhadap elevasi muka air laut dan arus serta
karakteristik genangan banjir rob pada 1–10 Desember 2025, yang mencakup
periode potensi banjir rob 4–7 Desember dan pasang maksimum pada 6 Desember
akibat fenomena spring tide dan perigee. Pemodelan menggunakan The Semiimplicit Cross-scale Hydroscience Integrated System (SCHISM) 3D pada skenario
pra-reklamasi dan pasca-reklamasi dengan skema wetting–drying. Verifikasi
terhadap data pasang surut hasil observasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika (BMKG) Stasiun Tanjung Priok menghasilkan Correlation Coefficient
(CC) 0,973 dan Root Mean Square Error (RMSE) 0,050 m, sedangkan terhadap
data pasang surut dari TPXO Global Tidal Model menghasilkan CC 0,991–0,992
dan Root Mean Square Difference (RMSD) 0,038–0,041 m. Verifikasi arus
menghasilkan CC 0,844–0,979 dan RMSD 0,005–0,028 m/s. Hasil verifikasi
menunjukkan bahwa model memiliki kesesuaian yang baik dalam
merepresentasikan karakteristik elevasi muka air dan arus di Teluk Jakarta.
Reklamasi menghasilkan perubahan elevasi -0,80 hingga +0,30 cm, dan arus -0,24
hingga +0,18 m/s, dengan perubahan arus lebih terlihat di sekitar struktur dan celah
antarpulau. Selama spring tide 4–7 Desember, Absolute Difference (AD) rata-rata
arus mencapai 0,014 m/s dengan maksimum 0,14 m/s, sedangkan AD elevasi
berkisar 0,15–0,40 cm. Pada kondisi pasca-reklamasi, genangan maksimum terjadi
pada 6 Desember 2025 pukul 10.00 WIB, dengan luas 2,852 km², jangkauan 2.359
m di Kamal Muara, dan tinggi maksimum 0,610 m di Ancol.
Perpustakaan Digital ITB