ABSTRAK Angkasa Cindradewa
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Angkasa Cindradewa
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Angkasa Cindradewa
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Angkasa Cindradewa
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Angkasa Cindradewa
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Angkasa Cindradewa
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Angkasa Cindradewa
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Angkasa Cindradewa
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Angkasa Cindradewa
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Peningkatan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di kawasan perkotaan telah menjadi
masalah utama dalam perubahan iklim secara global. Pada negara berkembang
seperti Indonesia, lonjakan emisi ini dipengaruhi oleh perubahan tutupan lahan.
Ekspansi lahan terbangun mengakibatkan konversi ruang terbuka hijau sebagai
penyerap karbon. Menanggapi akan pentingnya dekarbonisasi perkotaan maka
penerapan 1,5-Degree Lifestyle menjadi langkah mitigasi yang memerlukan
dukungan instrumen kebijakan tata ruang. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi keselarasan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Bandung
2024-2044 dalam mereduksi dampak perubahan iklim akibat alih fungsi lahan.
Untuk menjawab tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode campuran.
Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG)
untuk memetakan perubahan tutupan lahan secara historis dan melakukan proyeksi
tutupan lahan ke depan beserta estimasi stok karbon. Sedangkan analisis kualitatif
dilakukan dengan studi dokumen terhadap RDTR Kota Bandung Tahun 2024-2044.
Instrumen dan pasal tata ruang dievaluasi menggunakan matriks keselarasan
kebijakan untuk menilai pemenuhan kriteria gaya hidup 1,5 derajat.
Hasil proyeksi spasial menunjukkan Kota Bandung terancam defisit ekologis
parah. Alokasi pola ruang dalam RDTR justru melegitimasi penyusutan kapasitas
stok karbon menjadi hanya 92.503,13 ton, menurun drastis dari periode tata ruang
sebelumnya. RDTR baru memenuhi 50% indikator kelayakan meskipun telah
mengakomodasi konsep Kawasan Berorientasi Transit (TOD), kebijakan ini masih
memfasilitasi urban sprawl dan pembangunan yang berpusat pada kendaraan
bermotor. Terbatasnya daya dukung lingkungan ini diperparah oleh minimnya
akses transportasi publik dan Sarana Pelayanan Umum (SPU) di wilayah timur
dan selatan, yang memaksa tingginya penggunaan kendaraan pribadi, sehingga
dokumen RDTR Kota Bandung belum selaras dan belum mampu memfasilitasi
perwujudan 1.5-Degree Lifestyle.
Perpustakaan Digital ITB