digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Air limbah domestik mengandung bahan organik dan nutrien yang berpotensi mencemari badan air apabila tidak diolah secara optimal. Penerapan resirkulasi pada Fixed Bed Biofilm Reactor (FBR) diduga dapat meningkatkan penyisihan bahan organik dan nutrien melalui peningkatan kontak antara substrat, biomassa, dan nitrat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh rasio resirkulasi terhadap kinerja penyisihan serta mengevaluasi model kinetika yang paling sesuai pada sistem FBR dengan kombinasi media PVC sarang tawon dan bioball. Reaktor dioperasikan secara kontinyu dengan variasi rasio resirkulasi 50%, 100%, dan 150%, kemudian dibandingkan dengan sistem tanpa resirkulasi. Parameter yang dianalisis meliputi COD, amonia, nitrit, nitrat, total fosfat, ortho fosfat, dan NTK. Analisis kinetika dilakukan menggunakan model orde satu, Singh, Grau, Stover–Kincannon, dan Monod. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem resirkulasi menghasilkan efisiensi penyisihan yang lebih tinggi dibandingkan sistem tanpa resirkulasi akibat meningkatnya proses denitrifikasi, distribusi substrat, dan waktu kontak biomassa. Rasio resirkulasi 150% memberikan efisiensi tertinggi dengan penyisihan COD 95,97%, amonia 86,26%, nitrit 93,75%, nitrat 82,91%, total fosfat 58,39%, ortho fosfat 65,44%, dan NTK 91,35%. Model Grau menghasilkan parameter kinetika dengan nilai a sebesar 1,0469/jam dan b sebesar 0,3123 serta hasil analisis model Stover–Kincannon yang didapatkan adalah Umax = 303,03 mg/L.jam dan KB = 231,15 mg/L.jam Penelitian selanjutnya disarankan mengevaluasi variasi waktu tinggal hidraulik, rasio resirkulasi yang lebih tinggi, dan karakteristik biofilm untuk mengoptimalkan kinerja sistem.