Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh temperatur warna
pencahayaan panggung (warm dan cool) terhadap beban kognitif, tingkat
konsentrasi, dan performa musikal siswa dalam konteks evaluasi resital piano.
Menggunakan pendekatan eksperimental kuantitatif di Auditorium Museum
Sribaduga Bandung, penelitian ini melibatkan 16 sampel tervalidasi (berusia 8–16
tahun). Pengumpulan data menggunakan instrumen State-Trait Anxiety Inventory
(STAI) untuk pengukuran kecemasan pra-penampilan, Electroencephalography
(EEG Muse Headband) guna perekaman aktivitas gelombang otak secara real-time,
metrik penilaian juri, serta kuesioner evaluasi subjektif terkait kenyamanan visual
dan tingkat konsentasi. Hasil penelitian mengindikasikan tiga temuan utama.
Pertama, tingginya tingkat kecemasan (stage fright) pada area backstage
teridentifikasi memicu beban kognitif berlebih (cognitive overload), sebelum
subjek terpapar pencahayaan panggung. Kedua, observasi menggunakan
Electroencephalography (EEG) menunjukkan bahwa paparan cahaya cool
menyebabkan kelelahan visual yang ditandai oleh tingginya gelombang Delta dan
Theta. Sebaliknya, paparan cahaya warm terbukti menstabilkan gelombang Beta
dan Gamma, yang memfasilitasi kelancaran memori motorik, menjaga fokus, dan
regulasi emosi secara optimal. Ketiga, analisis statistik mengonfirmasi korelasi
yang signifikan antara temperatur warna dengan tingkat konsentrasi subjek.
Pencahayaan warm menghasilkan ketajaman visual maksimal tanpa memicu efek
silau (glare), berdampak pada stabilitas performa musikal yang merata dan stabil
(simpangan baku 2,138), berbanding terbalik dengan paparan cahaya cool yang
menghasilkan performa sangat fluktuatif (simpangan baku 4,719). Kesimpulannya,
penggunaan lampu panggung bersuhu hangat (warm) terbukti efektif mencegah
menurunnya kualitas permainan musisi. Studi ini menekankan bahwa desain
interior ruang pertunjukan harus mengubah fokus utamanya. Perancangan tidak
boleh hanya mengutamakan keindahan visual bagi penonton, tetapi wajib menjamin
kenyamanan fisik dan pikiran penampil melalui pemilihan lampu yang tepat. Selain
itu, area ruang tunggu (backstage) juga harus dirancang agar mampu menenangkan
emosi musisi sebelum naik ke panggung.
Perpustakaan Digital ITB