digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Amalia Meirizka [27124046]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh temperatur warna pencahayaan panggung (warm dan cool) terhadap beban kognitif, tingkat konsentrasi, dan performa musikal siswa dalam konteks evaluasi resital piano. Menggunakan pendekatan eksperimental kuantitatif di Auditorium Museum Sribaduga Bandung, penelitian ini melibatkan 16 sampel tervalidasi (berusia 8–16 tahun). Pengumpulan data menggunakan instrumen State-Trait Anxiety Inventory (STAI) untuk pengukuran kecemasan pra-penampilan, Electroencephalography (EEG Muse Headband) guna perekaman aktivitas gelombang otak secara real-time, metrik penilaian juri, serta kuesioner evaluasi subjektif terkait kenyamanan visual dan tingkat konsentasi. Hasil penelitian mengindikasikan tiga temuan utama. Pertama, tingginya tingkat kecemasan (stage fright) pada area backstage teridentifikasi memicu beban kognitif berlebih (cognitive overload), sebelum subjek terpapar pencahayaan panggung. Kedua, observasi menggunakan Electroencephalography (EEG) menunjukkan bahwa paparan cahaya cool menyebabkan kelelahan visual yang ditandai oleh tingginya gelombang Delta dan Theta. Sebaliknya, paparan cahaya warm terbukti menstabilkan gelombang Beta dan Gamma, yang memfasilitasi kelancaran memori motorik, menjaga fokus, dan regulasi emosi secara optimal. Ketiga, analisis statistik mengonfirmasi korelasi yang signifikan antara temperatur warna dengan tingkat konsentrasi subjek. Pencahayaan warm menghasilkan ketajaman visual maksimal tanpa memicu efek silau (glare), berdampak pada stabilitas performa musikal yang merata dan stabil (simpangan baku 2,138), berbanding terbalik dengan paparan cahaya cool yang menghasilkan performa sangat fluktuatif (simpangan baku 4,719). Kesimpulannya, penggunaan lampu panggung bersuhu hangat (warm) terbukti efektif mencegah menurunnya kualitas permainan musisi. Studi ini menekankan bahwa desain interior ruang pertunjukan harus mengubah fokus utamanya. Perancangan tidak boleh hanya mengutamakan keindahan visual bagi penonton, tetapi wajib menjamin kenyamanan fisik dan pikiran penampil melalui pemilihan lampu yang tepat. Selain itu, area ruang tunggu (backstage) juga harus dirancang agar mampu menenangkan emosi musisi sebelum naik ke panggung.