digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak Rosa Khairunnisa
PUBLIC Open In Flipbook Alifah Yusriyah Salsabila

Cover Rosa Khairunnisa
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab 1 Rosa Khairunnisa
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab 2 Rosa Khairunnisa
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab 3 Rosa Khairunnisa
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab 4 Rosa Khairunnisa
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab 5 Rosa Khairunnisa
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Pustaka Rosa Khairunnisa
Terbatas  Alifah Yusriyah Salsabila
» Gedung UPT Perpustakaan

Sawi hijau (Brassica juncea L.) merupakan komoditas sayuran dengan konsumsi rata-rata mencapai 2.483 kg per kapita per tahun. Pada tahun 2022, Indonesia memproduksi sawi hijau sebanyak 760,608 ton. Akan tetapi, produksi sawi hijau yang menurun pada tahun 2023 menjadi 686,876 ton berbanding terbalik dengan konsumsi masyarakat Indonesia. Penurunan produksi sawi hijau di Indonesia disebabkan oleh penurunan kualitas tanah akibat tingginya penggunaan pupuk kimia sintetik dalam jangka waktu yang panjang. Salah satu upaya perbaikan kualitas tanah adalah melalui pemberian pupuk organik. Pupuk kasgot adalah pupuk organik yang berasal dari residu biokonversi larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly) yang mengandung unsur hara tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik pelet kasgot terhadap kualitas media tanam sawi hijau. Penelitian dilakukan di Greenhouse Labtek IA Kampus ITB Jatinangor pada bulan Desember, 2024 sampai bulan Februari, 2025. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan yaitu Pupuk NPK, pupuk kasgot pelet, pupuk kasgot curah, pupuk kasgot pelet + Pupuk NPK, dan Pupuk Kasgot Curah + Pupuk NPK dengan 4 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik kasgot pelet tidak berbeda nyata dalam pengamatan kualitas tanah yaitu suhu, kelembaban, pH dan porositas tanah dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Meski demikian, pengamatan kadar klorofil menunjukkan pemberian pupuk NPK secara nyata menurunkan kadar klorofil tanaman sawi pada perlakuan Pupuk NPK.