COVER Rafi Aditya Prasetyo
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Rafi Aditya Prasetyo
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Rafi Aditya Prasetyo
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Rafi Aditya Prasetyo
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Rafi Aditya Prasetyo
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Rafi Aditya Prasetyo
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Rafi Aditya Prasetyo
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Rafi Aditya Prasetyo
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Acacia mangiumWilld. atau dikenal sebagai mangium termasuk salah satu spesies pohon yang dikategorikan sebagai spesies pohon multifungsi (Multipurpose Tree Species/ MPTS). Umumnya perkembangbiakan A mangium dilakukan secara generatif menggunakan benih. Namun benih Acacia mangium mengalami dormansi fisik yang disebabkan oleh adanya lapisan makrosklereid (sel yang mengalami lignifikasi) pada testa yang bersifat kedap air sehingga perlu diberikan perlakuan pendahuluan/skarifikasi untuk mematahkan dormansi fisik benih untuk memicu proses perkecambahan.
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengeksplorasi aplikasi metode skarifikasi menggunakan paparan radiasi UV-C 250 nm pada benih Acacia mangium terhadap kondisi fisik dan perkecambahan benih serta menganalisis periode waktu optimal paparan radiasi UV-C terhadap perkecambahan benih.
Penelitian dilakukan di Gedung Labtek VA, dimana pemberian paparan UV-C dilakukan di laboratorium silvikultur dan perkecambahan benih dilakukan pada ruang modifikasi berupa lemari yang dilapisi oleh plastik UV greenhouse dengan tebal 250 mikron. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu kontrol (AMC), paparan benih 6 jam (AM6), 4 jam (AM4), dan 2 jam (AM2). Masing-masing perlakuan akan memiliki 3 replikasi berisi 100 benih sebagai unit pengamatan.
Terdapat 2 jenis parameter yang akan diamati yaitu parameter fisik dan fisiologis. Dalam parameter fisik akan diukur dimensi benih, berat 1.000 butir, kadar air, dan mikroskopi SEM sementara variabel fisiologis yang diamati berupa persentase perkecambahan (GP), laju perkecambahan (GR), rata-rata perkecambahan harian (MDG), nilai puncak (PV), dan nilai germinasi (GV).
Semua variabel fisik benih sesuai dengan penelitian Krisnawati, et al (2011) kecuali kadar air dimana kadar air A. mangium didapatkan 2.19%. Kadar air benih yang terlalu rendah dapat menurunkan viabilitas benih. Sementara variabel pengamatan SEM menunjukkan retakan pada permukaan kulit benih yang diasumsikan akibat paparan UV-C.
Pada variabel fisiologis, didapatkan GP tertinggi pada perlakuan AMC lalu AM4. Data menunjukkan bahwa durasi pemaparan pada perlakuan AM2 terlalu pendek untuk efektif dan AM6 cenderung berlebih. GR memiliki rata-rata 13 hari dengan paling cepat AM4. Berdasarkan nilai GV, AMC dan AM4 menunjukkan vigor atau potensi perkecambahan tertinggi. Analisis ANOVA satu arah menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada parameter fisiologis yang diukur.
Saat dilakukan uji konfirmasi, didapatkan kemungkinan faktor yang menyebabkan GP lebih rendah dari penelitian lainnya adalah faktor kualitas benih yang diasumsi rendah karena kadar air yang di bawah ambang batas. Secara keseluruhan, penelitian menemukan bahwa perlakuan AM4 memiliki potensi sebagai perlakuan yang paling efektif namun diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan benih bermutu baik dan berasal dari spesies lain.
Perpustakaan Digital ITB