digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Wijdan Faiq Nabawi
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Pengelolaan hutan produksi berperan penting dalam penyediaan bahan baku kayu sekaligus mitigasi perubahan iklim, namun aktivitas pemanenan dan pengolahan kayu dapat menimbulkan kehilangan karbon di sepanjang rantai produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis aliran simpanan karbon pada rantai produk kayu jati (Tectona grandis) melalui pendekatan Material Flow Analysis (MFA) dan Life Cycle Assessment (LCA) di KPH Ciamis, Perhutani Jawa Barat. Objek penelitian mencakup tegakan jati, log kayu, proses penggergajian, industri pengolahan, Harvested Wood Products (HWP), residu, serta fase akhir masa pakai (end of life) dalam horizon analisis 35 tahun. Penelitian dilakukan secara kuantitatif melalui pengukuran lapangan, wawancara, observasi proses pengolahan, serta pemanfaatan data produksi dan literatur pendukung. Pendekatan MFA digunakan untuk memetakan aliran massa dan karbon dari biosfer menuju teknosfer, sedangkan LCA digunakan untuk menilai kontribusi dan distribusi dari simpanan serta emisi karbon sepanjang siklus hidup produk kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total emisi karbon yang dilepaskan sepanjang rantai produksi dan pengolahan kayu jati mencapai 45.77 MgC/ha selama 35 tahun. Di sisi lain, pertumbuhan kembali karbon hutan pascapemanenan diestimasi sebesar 70.94 MgC/ha sehingga menghasilkan emisi bersih sebesar ?25.17 MgC/ha. Nilai negatif tersebut menunjukkan bahwa sistem rantai produk kayu jati masih berfungsi sebagai net carbon sink and storage carbon. Berdasarkan neraca karbon, pool karbon produk final berkontribusi sebesar 45.5% terhadap total simpanan karbon, dengan 35.49% karbon tersimpan secara produktif pada berbagai pool dan 64.52% mengalami kehilangan sepanjang rantai produksi. Apabila nilai emisi bersih diekstrapolasikan pada seluruh kelas perusahaan jati KPH Ciamis seluas 24.777,89 ha, maka potensi neraca karbon bersih teoritis mencapai sekitar ?623,659.49 MgC selama 35 tahun atau setara dengan ?2.287 juta MgCO?e. Penelitian ini menunjukan bahwa rantai produk kayu jati KPH Ciamis berpotensi mendukung mitigasi perubahan iklim melalui kombinasi pemulihan tegakan, penyimpanan karbon pada HWP, dan penundaan emisi pada pool teknosfer.