Limbah organik yang tercemar logam berat menjadi tantangan tersendiri dalam
penerapan biokonversi menggunakan larva Black soldier fly (BSF). Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi Pb2+ dan Cr6+ terhadap
kinerja biokonversi, bioakumulasi, dan distribusi logam pada lima variasi pakan,
yaitu kontrol, Pb2+ 25 dan 125 mg/kg, serta Cr6+ 50 dan 150 mg/kg, masing-masing
dengan tiga ulangan. Paparan logam berat menurunkan efisiensi konversi pakan
(ECD) secara signifikan, tetapi tidak menghambat laju reduksi substrat (WRI)
maupun kelangsungan hidup larva. Nilai bioaccumulation factor (BAF) Pb (0,50-
0,90) jauh lebih tinggi dibandingkan Cr (0,18-0,29), menunjukkan bahwa Pb lebih
mudah tertahan dalam jaringan larva, sedangkan Cr cenderung diekskresikan. Frass
menjadi kompartemen utama akumulasi logam, dan lebih dari 93% Cr yang
dieliminasi telah tereduksi menjadi Cr3+ yang lebih stabil.
Perpustakaan Digital ITB