digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Abstrak Inggris
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Industri PVC compound memiliki berbagai proses produksi yang berpotensi menghasilkan debu respirable dan unsur kimia berbahaya yang dapat berdampak terhadap kesehatan pekerja, khususnya fungsi paru. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsentrasi debu respirable terinhalasi pada pekerja industri PVC compound, mengidentifikasi komposisi unsur logam, serta menilai risiko kesehatan akibat pajanan tersebut. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan personal sampler pump yang dipasang pada pekerja di tujuh bagian pekerjaan, yaitu weighing, mixer, extruder, operator, mobile worker, warehouse, dan office sebagai area kontrol. Analisis konsentrasi debu respirable dilakukan dengan metode gravimetri, sedangkan karakterisasi unsur kimia pada filter dilakukan menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF). Fungsi paru pekerja diukur menggunakan pemeriksaan spirometri dan dianalisis keterkaitannya dengan pajanan debu respirable dan logam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata konsentrasi debu respirable tertinggi terdapat pada area weighing sebesar 3340 µg/m³. Dari hasil karakterisasi, teridentifikasi 14 unsur kimia dalam sampel debu, dengan unsur Pb dan Si menunjukkan konsentrasi tinggi pada beberapa bagian kerja—Pb pada area weighing (695,67 µg/m³), mixer (63,07 µg/m³), dan mobile worker (78,46 µg/m³); serta Si pada area weighing (162,72 µg/m³), mixer (63,07 µg/m³), dan warehouse (25,03 µg/m³). Analisis hubungan antarunsur menunjukkan bahwa Fe, K, dan Mn memiliki hubungan yang kuat sehingga dapat berperan sebagai unsur penanda dari proses produksi PVC compound. Hasil penilaian risiko kesehatan menunjukkan bahwa nilai Hazard Quotient (HQ) tertinggi diperoleh dari unsur Pb, dan sebanyak 38 pekerja memiliki nilai Hazard Index (HI) > 1, yang mengindikasikan potensi risiko kesehatan non-karsinogenik. Pengendalian risiko yang disarankan meliputi peningkatan sistem ventilasi pada area berdebu seperti weighing, mixer, dan extruder, serta penggunaan alat pelindung pernapasan yang sesuai standar untuk menurunkan potensi pajanan debu respirable terhadap pekerja.