Instagram telah menjadi platform utama untuk promosi berbayar yang menargetkan
mahasiswa Generasi Z di Indonesia. Namun, pengamatan awal menunjukkan bahwa
calon peserta sering kali ragu untuk mendaftar perlombaan, yang utamanya disebabkan
oleh kurangnya kejelasan informasi dibandingkan daya tarik visual. Meminjam dua
dimensi utama dari Advertising Value Model milik Ducoffe—nilai informasi dan nilai
hiburan—penelitian ini menganalisis bagaimana persepsi tingkat konten memengaruhi
niat perilaku dalam konteks partisipasi dari kompetisi berbayar.
Dengan pendekatan kuantitatif eksplanatori, data dikumpulkan dari 100 mahasiswa
Generasi Z yang menggunakan Instagram melalui survei persepsi lintas-seksional dengan
stimulus tunggal berdasarkan contoh poster lomba aktual. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa nilai informasi dan nilai hiburan berpengaruh positif terhadap niat perilaku. Uji
beda parameter menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara
kedua pengaruh tersebut, yang menandakan bahwa kejelasan konten dan daya tarik visual
berfungsi sebagai masukan evaluatif yang saling melengkapi. Temuan kualitatif
eksploratif lebih lanjut menunjukkan bahwa faktor eksternal—seperti daya tarik hadiah,
besaran hadiah, dan kejelasan informasi hadiah—berjalan berdampingan dengan persepsi
tingkat iklan dalam membentuk keputusan peserta. Rekomendasi praktis, termasuk
format carousel multi-slide dan strategi penempatan informasi hadiah, diajukan sebagai
hipotesis uji lapangan untuk optimalisasi promosi.
Kata kunci: Nilai Informasi, Nilai Hiburan, Niat Perilaku, Promosi Berbayar, Instagram
Perpustakaan Digital ITB