Bacterial cellulose (BC) dari nata de coco merupakan material yang ramah lingkungan
dan berpotensi digunakan sebagai alternatif material membran speaker audio. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh komposisi gula dan bakteri Acetobacter xylinum
terhadap struktur dan kekakuan spesifik material. Kertas BC dibuat melalui fermentasi air
kelapa dengan variasi konsentrasi gula sebesar 1%, 2%, dan 3% (w/v) serta penambahan bakteri
sebesar 3%, 6%, dan 9% (v/v) selama 9 hari. Nata de coco yang terbentuk kemudian dicuci,
dinetralkan, dan dipadatkan menggunakan metode hot pressing. Pengujian material meliputi
uji tarik, pengukuran densitas, X-Ray Diffraction (XRD), Fourier Transform Infrared
Spectroscopy (FTIR), dan Scanning Electron Microscopy (SEM).
Hasil pengujian menunjukkan spesimen 3.9 (gula 3% dan bakteri 9%) memiliki
performa mekanik paling optimal dengan Young's modulus rata-rata 1,543 GPa dan kekuatan
tarik 250,97 MPa. Didukung oleh densitas yang paling rendah (1,392 g/cm³), spesimen ini
berhasil mencapai kekakuan spesifik tertinggi sebesar 1,109 × 10? m²/s². Karakterisasi XRD,
FTIR, dan SEM menunjukkan karakteristik selulosa serta terbentuknya jaringan fibril yang
rapat, dengan nilai kristalinitas tertinggi (37,3%) pada spesimen 3.9. Nilai kekakuan spesifik
yang diperoleh masih berada di bawah nilai yang dilaporkan pada beberapa penelitian
sebelumnya dan belum sepenuhnya menyamai karakteristik material membran speaker
komersial. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan pada proses pencucian untuk memastikan sisa
gula hilang dan metode pembuatannya sebelum material ini dikembangkan lebih lanjut sebagai
membran speaker audio.
Perpustakaan Digital ITB