Peningkatan emisi karbon dioksida (CO?) dari sektor industri dan pembangkitan
energi merupakan salah satu penyebab utama perubahan iklim global. Salah satu
teknologi yang dikembangkan untuk mengurangi emisi tersebut adalah Carbon
Capture, Utilization, and Storage (CCUS), yang mengintegrasikan proses
penangkapan dan pemanfaatan CO? menjadi produk bernilai tambah. Salah satu
produk yang berpotensi dihasilkan melalui reduksi elektrokimia CO? adalah asam
format karena memiliki nilai ekonomi tinggi, hanya memerlukan dua elektron
dalam mekanisme reaksinya, serta berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku
industri dan media penyimpanan energi. Keberhasilan sistem CCUS dipengaruhi
oleh kualitas CO? hasil penangkapan, konsentrasi CO? dalam gas umpan, serta
kondisi operasi proses reduksi elektrokimia. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan mengevaluasi kinerja penangkapan CO? menggunakan Pressure Swing
Adsorption (PSA) berbasis molecular sieve 13X serta menganalisis pengaruh
konsentrasi CO? dan laju alir total gas terhadap kinerja reduksi elektrokimia CO?
menggunakan reaktor Proton Exchange Membrane (PEM) dengan elektrokatalis
Sn–Zn/C. Penelitian diawali dengan evaluasi kinerja CO? Capture Reactor
menggunakan sistem PSA dua kolom yang diisi molecular sieve 13X. Komposisi
gas keluaran dianalisis menggunakan Gas Chromatography (GC). Selanjutnya
dilakukan reduksi elektrokimia menggunakan reaktor PEM dengan katoda Sn–
Zn/C hasil elektrodeposisi dan anoda Pt–Ir. Variasi penelitian dilakukan terhadap
konsentrasi CO? dalam campuran gas CO?–N?–H?O dan laju alir total gas. Produk
cair hasil elektrolisis dianalisis menggunakan High Performance Liquid
Chromatography (HPLC), sedangkan karakteristik elektrokimia dievaluasi
menggunakan Cyclic Voltammetry (CV) dan Electrochemical Impedance
Spectroscopy (EIS). Perubahan struktur kristal dan morfologi elektroda
dikarakterisasi menggunakan X-ray Diffraction (XRD), Scanning Electron
Microscopy (SEM), dan Energy Dispersive Spectroscopy (EDS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluaran PSA kanan, yang dirancang sebagai
umpan menuju reaktor PEM, menghasilkan kemurnian CO? maksimum sebesar 63,7%, sehingga proses penangkapan CO? masih memerlukan optimasi sebelum
dapat diintegrasikan secara langsung dengan proses reduksi elektrokimia. Oleh
karena itu, evaluasi reduksi elektrokimia dilakukan menggunakan variasi
komposisi gas yang merepresentasikan kondisi hasil proses penangkapan CO?.
Variasi laju alir total gas pada rentang 146–1.917 mL/menit tidak memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap kinerja sistem, sedangkan konsentrasi CO?
merupakan parameter yang lebih dominan. Pengaruh konsentrasi CO? terhadap
performa reduksi elektrokimia menunjukkan kecenderungan non-linear. Pada
konsentrasi CO? kurang dari 25%, aktivitas elektrokimia masih rendah akibat
keterbatasan reaktan pada permukaan elektroda. Peningkatan konsentrasi CO?
menjadi 34% menghasilkan performa elektrokimia terbaik berdasarkan parameter
elektrokimia, yang ditunjukkan oleh peak current sebesar 0,213 A, Eonset pascaelektrolisis
sebesar 1,780 V, dan resistansi transfer muatan (Re) sebesar 18.700 ?.
Sebaliknya, peningkatan konsentrasi CO? menjadi 47% menyebabkan Re
meningkat hingga 2,21 M?, yang mengindikasikan meningkatnya hambatan
transfer muatan akibat akumulasi deposit karbonat pada permukaan elektroda.
Sementara itu, penggunaan 100% CO? menghasilkan pembentukan asam format
tertinggi, namun kondisi tersebut digunakan sebagai pembanding dan tidak
merepresentasikan komposisi gas hasil proses penangkapan CO?. Analisis XRD
mengonfirmasi keberhasilan elektrodeposisi Sn–Zn pada substrat karbon tanpa
perubahan fasa kristal yang signifikan setelah elektrolisis. Hasil SEM–EDS
menunjukkan bahwa sampel dengan 47% CO? mengalami aglomerasi partikel
disertai akumulasi unsur K sebesar 11,46 wt% dan O sebesar 17,36 wt%, yang
mengindikasikan terbentuknya deposit hasil reaksi pada permukaan elektroda.
Analisis HPLC mengonfirmasi terbentuknya asam format sebagai produk reduksi
elektrokimia CO?.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi CO? merupakan
parameter yang lebih dominan dibandingkan laju alir total gas dalam menentukan
kinerja reduksi elektrokimia CO? pada sistem berbasis PEM. Pada rentang
komposisi gas yang merepresentasikan hasil proses CO? capture, kondisi operasi
terbaik diperoleh pada komposisi 34% CO?, 14% N?, dan 52% H?O, sedangkan
konsentrasi CO? yang terlalu rendah membatasi ketersediaan reaktan dan
konsentrasi CO? yang terlalu tinggi meningkatkan pembentukan deposit pada
permukaan elektroda sehingga menurunkan aktivitas elektrokatalitik. Hasil
penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan sistem reduksi
elektrokimia CO? berbasis PEM serta menunjukkan pentingnya optimasi proses
penangkapan CO? untuk mewujudkan integrasi teknologi CCUS yang lebih efektif
menuju penerapan pada skala yang lebih besar.
Perpustakaan Digital ITB