Jagung manis ( Zea mays saccharata ) merupakan tanaman dengan kebutuhan hara
tinggi, khususnya nitrogen, sehingga penggunaan pupuk NPK secara intensif sering
dilakukan namun berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi berbagai dosis biostimulan dengan
tingkat reduksi pupuk NPK terhadap pertumbuhan vegetatif, karakter fisiologis, dan
fenologi tanaman jagung manis varietas F1 Paragon, serta menentukan kombinasi
perlakuan yang paling optimal. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan
Acak Kelompok (RAK) dengan delapan perlakuan kombinasi dosis biostimulan dan
reduksi pupuk NPK dengan jumlah ulangan sebanyak empat kali. Parameter yang
diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat basah dan
kering tajuk, berat basah dan kering akar, kandungan klorofil relatif (SPAD), serta
waktu muncul bunga jantan dan bunga betina. Data dianalisis menggunakan analisis
ragam (ANOVA) dan uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kombinasi dosis biostimulan dan dosis pupuk NPK
berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan vegetatif
tanaman jagung manis, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan klorofil
relatif (SPAD) dan waktu muncul bunga. Perlakuan biostimulan 4 g/L dengan 75%
NPK memberikan respon pertumbuhan vegetatif terbaik dan mampu
mempertahankan kondisi fisiologis serta fenologi tanaman dengan baik. Dengan
demikian, kombinasi dosis biostimulan dan reduksi pupuk NPK berpotensi
meningkatkan efisiensi pemupukan tanpa menurunkan pertumbuhan dan
perkembangan tanaman jagung manis
Perpustakaan Digital ITB