digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Jagung manis ( Zea mays saccharata ) merupakan tanaman dengan kebutuhan hara tinggi, khususnya nitrogen, sehingga penggunaan pupuk NPK secara intensif sering dilakukan namun berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi berbagai dosis biostimulan dengan tingkat reduksi pupuk NPK terhadap pertumbuhan vegetatif, karakter fisiologis, dan fenologi tanaman jagung manis varietas F1 Paragon, serta menentukan kombinasi perlakuan yang paling optimal. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan delapan perlakuan kombinasi dosis biostimulan dan reduksi pupuk NPK dengan jumlah ulangan sebanyak empat kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat basah dan kering tajuk, berat basah dan kering akar, kandungan klorofil relatif (SPAD), serta waktu muncul bunga jantan dan bunga betina. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dosis biostimulan dan dosis pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pertumbuhan vegetatif tanaman jagung manis, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan klorofil relatif (SPAD) dan waktu muncul bunga. Perlakuan biostimulan 4 g/L dengan 75% NPK memberikan respon pertumbuhan vegetatif terbaik dan mampu mempertahankan kondisi fisiologis serta fenologi tanaman dengan baik. Dengan demikian, kombinasi dosis biostimulan dan reduksi pupuk NPK berpotensi meningkatkan efisiensi pemupukan tanpa menurunkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung manis