Ticagrelor merupakan obat antiplatelet yang termasuk ke dalam biopharmaceutical classification system (BCS) kelas IV yang memiliki kelarutan dan permeabilitas rendah. Penelitan sebelumnya berhasil melakukan kokristalisasi ticagrelor dengan koformer 2,4-Dihidroksibenzoat (DHBA) menghasilkan peningkatan pada kelarutan, tabletabilitas, dan laju disolusi intrinsik hingga ±1,7 kali lipat dibandingkan serbuk murninya. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menganalisis upaya kokristalisasi ticagrelor menjadi ticagrelor-DHBA terhadap profil farmasetikanya ketika kokristal ticagrelor-DHBA dibuat menjadi sediaan tablet. Kokristal ticagrelor-DHBA dibuat dengan metode liquid assisted grinding (LAG) dan selanjutnya dikarakterisasi dengan PXRD, TGA, DSC, serta uji disolusi serbuk untuk mengonfirmasi pembentukan kokristal. Ticagrelor-DHBA juga dilakukan pengujian terkait sifat alir. Pembuatan tablet ticagrelor dan ticagrelor-DHBA dilakukan dengan metode granulasi basah (GB). Granul yang terbentuk selanjutnya dilakukan evaluasi. Selanjutnya, granul dikempa menjadi tablet dan dilakukan evaluasi. Dari penelitan ini, diperoleh kokristal memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang lebih baik dibandingkan dengan zat aktif murninya saja. Profil disolusi serbuk ticagrelor-DHBA secara signifikan lebih buruk dibandingkan dengan ticagrelor (p value < 0,05). Namun, profil disolusi tablet ticagrelor-DHBA lebih baik dibandingkan dengan ticagrelor, tetapi keduanya tidak berbeda secara signifikan (p value > 0,05). Sementara itu, hasil uji disolusi terbanding menunjukkan profil disolusi yang similar pada ketiga medium (f2 ? 50).
Perpustakaan Digital ITB