Sektor transportasi merupakan sumber pencemaran udara yang utama di wilayah perkotaan. Salah satu zat pencemar utama yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor adalah NOx. Kualitas udara di luar ruangan dapat mempengaruhi kualitas udara dalam ruangan, terutama di daerah dimana ventilasi alami banyak digunakan. Kualitas udara dalam ruangan yang buruk akan sangat mempengaruhi kesehatan. Maksud dari penelitian ini adalah mengetahui sebaran konsentrasi NO2 di sekitar jalan raya dan pengaruhnya terhadap konsentrasi indoor. Pada penelitian ini akan dilakukan pengukuran konsentrasi NO2 di dalam dan luar ruangan. Selanjutnya akan dilakukan analisis sebaran spasial konsentrasi NO2 baik indoor maupun outdoor. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui hubungan konsentrasi NO2 terhadap sumber pencemar yaitu aktivitas transportasi. Selain itu akan dilakukan analisa hubungan antara konsentrasi NO2 outdoor dengan konsentrasi NO2 indoor dengan menggunakan pemodelan statistic dan spasial dengan menggunakan GIS. Penelitian dilakukan di wilayah Karees, dimana pada wilayah ini terdapat populasi penduduk dan aktivitas lalu lintas yang cukup padat. Ruas jalan yang dipilih sebagai fokus studi pada penelitian ini adalah Jl. Laswi, Jl. Sukabumi, Jl. Gatot Subroto, Jl. Kiaracondong, Jl. Jakarta, dan Jl. Ahmad Yani. Sampel konsentrasi NO2 diambil dengan menggunakan passive sampler pada 40 lokasi di teras rumah tinggal dan 40 lokasi di ruang tamu. Untuk dapat melakukan analisa spasial digunakan data sekunder dari penelitian sebelumnya yaitu 30 lokasi roadside dan 24 lokasi di teras rumah tinggal. Konsentrasi indoor diperoleh dari 24 lokasi di ruang tamu. Secara keseluruhan pengukuran terdapat 30 titik lokasi roadside, 64 lokasi di teras, dan 64 lokasi di ruang tamu. Hasil pengukuran konsentrasi NO2 outdoor menunjukkan nilai rerata sebesar 41,49 ?g/m3 (18,19 – 61,10 ?g/m3). Sedangkan nilai rerata pengukuran konsentrasi NO2 indoor sebesar 35,58 (15,43 – 56,27 ?g/m)3. Dari data konsentrasi tersebut didapat nilai rasio indoor/outdoor sebesar 0,86 yang menunjukkan adanya intrusi atau pengaruh udara luar terhadap kualitas udara indoor. Hal ini menjadi dasar dilakukannya prediksi konsentrasi Indoor dari konsentrasi outdoor. Pada penelitian ini dilakukan analisis pola sebaran konsentrasi ambient terhadap jarak yang berupa hiperbola dan menghasilkan nilai R sebesar 0.862 dan R2 sebesar 0,743. Selain itu dilakukan model prediksi konsentrasi ambien di sekitar rumah tinggal dengan prediktor konsentrasi roadside dan jarak dari jalan raya. Model ini menghasilkan persamaan (konsentrasi indoor) = 0,3(konsentrasi roadside)-4,887 (log jarak)+ 36,494. Persamaan tersebut memiliki tingkat ketidakpastian berkisar antara + 33.3%. selanjutnya dilakukan pula model prediksi konsentrasi indoor dengan prediktor konsentrasi outdoor dengan nilai R sebesar 0,881 dan R2 sebesar 0,776 dengan tingkat ketidakpastian berkisar antara +33.3%. Model-model tersebut dapat digunakan dalam perencanaan strategi pengendalian pencemaran dari sektor transportasi terutama mengenai dampak kesehatan pada penghuni rumah tinggal di dekat jalan raya.
Perpustakaan Digital ITB