digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perubahan pola kerja pascapandemi telah mendorong coffee shop bertransformasi menjadi third place yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersantai, tetapi juga sebagai ruang alternatif untuk bekerja dan belajar. Dalam konteks tersebut, kualitas lingkungan interior menjadi faktor penting yang memengaruhi kenyamanan pengunjung. Salah satu pendekatan desain yang banyak diterapkan adalah biophilic design, yaitu integrasi elemen-elemen alami ke dalam ruang. Meskipun berbagai penelitian telah menunjukkan manfaat elemen biophilic terhadap kesejahteraan pengguna, kajian yang mengintegrasikan pengukuran subjektif dan objektif pada konteks coffee shop di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elemen biophilic terhadap kenyamanan pengunjung saat bekerja di coffee shop, serta mengidentifikasi elemen yang memberikan pengaruh paling besar. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Melalui Essperimen laboratorium dilakukan pada 13 partisipan dengan tiga variabel kondisi ruang, yaitu Kontrol (non-biophilic), Tanaman, dan Outdoor View dengan pengukuran respons fisiologis menggunakan Heart Rate Variability (HRV) yang meliputi parameter Low Frequency (LF), High Frequency (HF), rasio LF/HF, Heart Rate (HR), RMSSD, SDSD, serta tekanan darah. Pengukuran respons psikologis dilakukan menggunakan kuesioner persepsi berbasis skala Likert serta wawamcara mendalam untuk memperkuat dan menjelaskan hasil kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan elemen biophilic memberikan pengaruh positif terhadap kenyamanan psikologis pengunjung. Kondisi ruang dengan tanaman dan akses visual ke luar menghasilkan persepsi kenyamanan yang lebih tinggi dibandingkan kondisi kontrol. Dari sisi fisiologis, beberapa parameter HRV menunjukkan kecenderungan peningkatan kondisi relaksasi meskipun tidak seluruhnya menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik. Temuan wawancara memperkuat bahwa keberadaan tanaman, pencahayaan alami, serta hubungan visual dengan lingkungan luar menciptakan suasana yang lebih tenang, segar, dan mendukung konsentrasi selama bekerja. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan desain interior coffee shop berbasis bukti (evidence-based design) melalui integrasi indikator psikologis dan fisiologis dalam mengevaluasi kenyamanan pengguna