Perubahan pola kerja pascapandemi telah mendorong coffee shop bertransformasi
menjadi third place yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersantai, tetapi juga
sebagai ruang alternatif untuk bekerja dan belajar. Dalam konteks tersebut, kualitas
lingkungan interior menjadi faktor penting yang memengaruhi kenyamanan
pengunjung. Salah satu pendekatan desain yang banyak diterapkan adalah biophilic
design, yaitu integrasi elemen-elemen alami ke dalam ruang. Meskipun berbagai
penelitian telah menunjukkan manfaat elemen biophilic terhadap kesejahteraan
pengguna, kajian yang mengintegrasikan pengukuran subjektif dan objektif pada
konteks coffee shop di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh elemen biophilic terhadap kenyamanan pengunjung saat
bekerja di coffee shop, serta mengidentifikasi elemen yang memberikan pengaruh
paling besar. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain
explanatory sequential. Melalui Essperimen laboratorium dilakukan pada 13
partisipan dengan tiga variabel kondisi ruang, yaitu Kontrol (non-biophilic),
Tanaman, dan Outdoor View dengan pengukuran respons fisiologis menggunakan
Heart Rate Variability (HRV) yang meliputi parameter Low Frequency (LF), High
Frequency (HF), rasio LF/HF, Heart Rate (HR), RMSSD, SDSD, serta tekanan
darah. Pengukuran respons psikologis dilakukan menggunakan kuesioner persepsi
berbasis skala Likert serta wawamcara mendalam untuk memperkuat dan
menjelaskan hasil kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan
elemen biophilic memberikan pengaruh positif terhadap kenyamanan psikologis
pengunjung. Kondisi ruang dengan tanaman dan akses visual ke luar menghasilkan
persepsi kenyamanan yang lebih tinggi dibandingkan kondisi kontrol. Dari sisi
fisiologis, beberapa parameter HRV menunjukkan kecenderungan peningkatan
kondisi relaksasi meskipun tidak seluruhnya menunjukkan perbedaan yang
signifikan secara statistik. Temuan wawancara memperkuat bahwa keberadaan
tanaman, pencahayaan alami, serta hubungan visual dengan lingkungan luar
menciptakan suasana yang lebih tenang, segar, dan mendukung konsentrasi selama
bekerja. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan desain
interior coffee shop berbasis bukti (evidence-based design) melalui integrasi
indikator psikologis dan fisiologis dalam mengevaluasi kenyamanan pengguna
Perpustakaan Digital ITB