digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Krisis air bersih dan tingginya kadar TDS mendorong pengembangan teknologi desalinasi reverse osmosis (RO) berbasis membran Thin-Film Composite (TFC). Penelitian ini memodifikasi membran TFC berpenyangga hollow fiber polipropilena (PP) dengan penambahan zat aditif bermuatan 4'-Aminobenzo-15-crown-5 (Crown ether) untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap morfologi dan kinerja desalinasi air payau. Lapisan poliamida dibentuk melalui interfacial polymerization dengan urutan dip-coating MPD- Crown-TMC pada variasi konsentrasi Crown 0–0,25% w/v, kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM, FTIR, dan water contact angle, serta diuji kinerjanya melalui fluks air murni dan rejeksi larutan NaCl, MgCl2, dan MgSO4. Hasil menunjukkan bahwa integrasi Crown ether di antara tahap MPD dan TMC memperlambat difusi MPD ke pori PP, menghasilkan lapisan poliamida yang sangat tipis hingga menampakkan struktur pori asli PP pada SEM. Kondisi ini meningkatkan permeabilitas air murni secara signifikan, dari 9,6 L.m?2.jam?1.bar?1 pada membran tanpa modifikasi menjadi 14 L.m?2.jam?1.bar?1 pada konsentrasi Crown 0,25%, namun menurunkan rejeksi garam dari 87,5% menjadi berkisar 73,7–80,4%, bahkan menyebabkan clogging pada konsentrasi 0,1% (rejeksi 38,3%). Dapat disimpulkan bahwa modifikasi Crown ether pada urutan MPD-Crown-TMC menimbulkan trade-off permeabilitas-selektivitas yang membuat proses desalinasi belum optimal untuk aplikasi praktis.