Krisis air bersih dan tingginya kadar TDS mendorong pengembangan teknologi desalinasi
reverse osmosis (RO) berbasis membran Thin-Film Composite (TFC). Penelitian ini
memodifikasi membran TFC berpenyangga hollow fiber polipropilena (PP) dengan
penambahan zat aditif bermuatan 4'-Aminobenzo-15-crown-5 (Crown ether) untuk
mengevaluasi pengaruhnya terhadap morfologi dan kinerja desalinasi air payau. Lapisan
poliamida dibentuk melalui interfacial polymerization dengan urutan dip-coating MPD-
Crown-TMC pada variasi konsentrasi Crown 0–0,25% w/v, kemudian dikarakterisasi
menggunakan SEM, FTIR, dan water contact angle, serta diuji kinerjanya melalui fluks air
murni dan rejeksi larutan NaCl, MgCl2, dan MgSO4. Hasil menunjukkan bahwa integrasi
Crown ether di antara tahap MPD dan TMC memperlambat difusi MPD ke pori PP,
menghasilkan lapisan poliamida yang sangat tipis hingga menampakkan struktur pori asli
PP pada SEM. Kondisi ini meningkatkan permeabilitas air murni secara signifikan, dari 9,6
L.m?2.jam?1.bar?1 pada membran tanpa modifikasi menjadi 14 L.m?2.jam?1.bar?1 pada
konsentrasi Crown 0,25%, namun menurunkan rejeksi garam dari 87,5% menjadi berkisar
73,7–80,4%, bahkan menyebabkan clogging pada konsentrasi 0,1% (rejeksi 38,3%). Dapat
disimpulkan bahwa modifikasi Crown ether pada urutan MPD-Crown-TMC menimbulkan
trade-off permeabilitas-selektivitas yang membuat proses desalinasi belum optimal untuk
aplikasi praktis.
Perpustakaan Digital ITB