QR code dapat dimanfaatkan dalam transaksi mobile commerce karena QR code menyimpan informasi yang lebih banyak daripada jenis kode batang lainnya. Di sisi lain, penyerang dapat melakukan penipuan terhadap pengguna sistem pembayaran berbasis QR code. Penipuan dilakukan dengan membuat QR code palsu dan QR code asli diganti dengan QR code palsu tersebut sehingga pembeli mengirim saldo uang ke tersangka, bukan kepada penjual. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sebuah sistem pembayaran berbasis QR code yang dapat saling mengotentikasi identitas pembeli dan penjual (mutual authentication) dengan memanfaatkan Public Key Infrastructure.
Informasi mengenai pemesanan barang diamankan dalam QR code. Untuk menjaga kerahasiaan QR code, konten data dienkripsi dengan menggunakan kunci simetris dan kunci simetris tersebut dilakukan key wrapping dengan menggunakan kunci publik. Digital signature dari informasi pemesanan barang juga dicantumkan. Tahap otentikasi dilakukan dengan melakukan key unwrapping terhadap kunci simetris dengan menggunakan kunci privat. Data yang didekripsi kemudian diperiksa oleh server untuk mengetahui apakah barang yang dipesan dapat dibayar atau tidak. Kemudian, digital signature diverifikasi dengan menggunakan kunci publik. Tahap mutual authenication saling dilakukan oleh pembeli dan penjual.
Pengujian sistem dilakukan dengan dua jenis pengujian yaitu pengujian fungsional dan pengujian skenario. Sistem pembayaran berbasis QR code dapat menerapkan Public Key Infrastructure (PKI) untuk menyediakan tahap mutual authentication dan mengamankan konten data QR code. Sistem juga dapat memeriksa apakah QR code, yang ditunjukkan oleh pembeli atau pun penjual, palsu atau tidak. Sistem juga dapat mencegah pembeli agar tidak melakukan konfirmasi pembayaran terhadap pemesanan barang yang sudah tidak berlaku akibat tahap otentikasi yang gagal dilakukan atau pemesanan barang yang memang sudah dibayar sebelumnya.
Perpustakaan Digital ITB