digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kembang Tujuh Rupa merupakan rangkaian bunga yang memiliki nilai dalam berbagai tradisi masyarakat Indonesia. Namun, pemahaman terhadap makna budaya yang terkandung di dalamnya mulai mengalami pergeseran seiring perkembangan zaman, khususnya di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian budaya melalui media yang lebih relevan dengan kehidupan masa kini, salah satunya melalui fesyen. Tugas akhir ini bertujuan untuk menciptakan koleksi kebaya modern yang terinspirasi dari Kembang Tujuh Rupa dengan menerapkan pewarna alam kayu secang dan teknik silk ribbon embroidery sebagai representasi visual bunga-bunga yang terdapat dalam rangkaian tersebut. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi, eksperimen pewarna alam, eksplorasi teknik silk ribbon embroidery, serta proses perancangan dan perwujudan karya. Eksperimen pewarnaan dilakukan menggunakan ekstrak kayu secang dan daun mangga pada berbagai jenis kain serat alam untuk memperoleh palet warna yang sesuai dengan karakter visual Kembang Tujuh Rupa. Teknik silk ribbon embroidery diterapkan untuk menghasilkan bentuk bunga tiga dimensi yang mampu merepresentasikan nilai estetika dari masing-masing bunga. Hasil tugas akhir ini berupa koleksi kebaya modern yang mengintegrasikan unsur budaya, keberlanjutan, dan inovasi teknik tekstil. Penerapan pewarna alam kayu secang menghasilkan variasi warna yang mampu merepresentasikan karakter bunga Kembang Tujuh Rupa, sedangkan teknik silk ribbon embroidery memberikan dimensi visual yang memperkuat identitas desain. Karya yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi media pelestarian budaya sekaligus alternatif pengembangan produk fesyen yang memanfaatkan material dan teknik yang lebih berkelanjutan.