Kembang Tujuh Rupa merupakan rangkaian bunga yang memiliki nilai dalam
berbagai tradisi masyarakat Indonesia. Namun, pemahaman terhadap makna
budaya yang terkandung di dalamnya mulai mengalami pergeseran seiring
perkembangan zaman, khususnya di kalangan generasi muda. Oleh karena itu,
diperlukan upaya pelestarian budaya melalui media yang lebih relevan dengan
kehidupan masa kini, salah satunya melalui fesyen. Tugas akhir ini bertujuan untuk
menciptakan koleksi kebaya modern yang terinspirasi dari Kembang Tujuh Rupa
dengan menerapkan pewarna alam kayu secang dan teknik silk ribbon embroidery
sebagai representasi visual bunga-bunga yang terdapat dalam rangkaian tersebut.
Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi, eksperimen pewarna
alam, eksplorasi teknik silk ribbon embroidery, serta proses perancangan dan
perwujudan karya. Eksperimen pewarnaan dilakukan menggunakan ekstrak kayu
secang dan daun mangga pada berbagai jenis kain serat alam untuk memperoleh
palet warna yang sesuai dengan karakter visual Kembang Tujuh Rupa. Teknik silk
ribbon embroidery diterapkan untuk menghasilkan bentuk bunga tiga dimensi yang
mampu merepresentasikan nilai estetika dari masing-masing bunga.
Hasil tugas akhir ini berupa koleksi kebaya modern yang mengintegrasikan unsur
budaya, keberlanjutan, dan inovasi teknik tekstil. Penerapan pewarna alam kayu
secang menghasilkan variasi warna yang mampu merepresentasikan karakter bunga
Kembang Tujuh Rupa, sedangkan teknik silk ribbon embroidery memberikan
dimensi visual yang memperkuat identitas desain. Karya yang dihasilkan
diharapkan dapat menjadi media pelestarian budaya sekaligus alternatif
pengembangan produk fesyen yang memanfaatkan material dan teknik yang lebih
berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB