digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Dear Ezra Malau [17222049]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Indonesia memiliki kekayaan wastra tradisional yang mengandung nilai historis, filosofis, dan identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu di antaranya adalah Ulos Tumtuman, kain tenun tradisional Batak Toba yang memiliki karakter visual khas melalui susunan motif geometris serta makna simbolik yang berkaitan dengan kehidupan masyarakatnya. Di tengah berkembangnya industri fesyen global, pemanfaatan wastra tradisional dalam karya fesyen kontemporer semakin meningkat. Namun, sebagian besar penerapannya masih dilakukan melalui penggunaan kain tradisional secara langsung sehingga ruang eksplorasi terhadap pengembangan motif sebagai sumber penciptaan desain masih belum banyak. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan yang tidak hanya mempertahankan nilai budaya, tetapi juga mampu mengembangkan potensi visual motif yang relevan dengan perkembangan desain kontemporer. Berangkat dari permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan mengembangkan motif Ulos Tumtuman melalui proses stilasi dan reinterpretasi visual menggunakan teknik reka latar yaitu bordir untuk menghasilkan koleksi gaun malam yang merepresentasikan nilai budaya Batak Toba dalam konteks fesyen modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, data diperoleh melalui studi literatur mengenai Ulos Tumtuman, reka latar tekstil, bordir, dan desain busana malam, kemudian diperdalam melalui observasi visual, wawancara dengan akademisi kriya tekstil dan praktisi wastra Batak, serta studi komparatif terhadap penelitian terdahulu yang mengangkat ragam hias Batak dalam karya fesyen. Tahapan penelitian meliputi identifikasi karakter visual motif, proses tracing dan stilasi, eksplorasi komposisi, eksperimen material dan teknik bordir, evaluasi hasil eksplorasi, hingga penerapan motif pada koleksi gaun malam menggunakan kombinasi bordir komputer dan beading sebagai teknik reka latar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter visual Ulos Tumtuman dapat dikembangkan menjadi motif dekoratif baru tanpa menghilangkan identitas visual yang menjadi ciri khasnya. Proses stilasi menghasilkan pengembangan bentuk, perubahan proporsi, serta penyusunan ulang elemen motif sehingga lebih adaptif terhadap kebutuhan desain busana malam. Eksplorasi material menyimpulkan bahwa satin dan organza mampu mendukung kualitas visual motif melalui permainan kilau, transparansi, maupun tekstur. Teknik bordir komputer menghasilkan presisi bentuk dan konsistensi motif, sedangkan beading memperkuat dimensi dan tekstur. 4 Penelitian ini menunjukkan bahwa pelestarian wastra tradisional tidak selalu dilakukan melalui penggunaan kain asli, melainkan dapat diwujudkan melalui transformasi bahasa visual yang tetap mempertahankan identitas dan makna budaya. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan kriya tekstil dan desain fesyen, khususnya mengenai metode adaptasi motif tradisional ke dalam karya fesyen kontemporer, sekaligus menjadi alternatif pendekatan bagi desainer dalam menciptakan karya yang inovatif, kontekstual, dan berakar pada budaya Indonesia.