Restorasi citra digital merupakan tantangan krusial dalam pengolahan citra. Beberapa metode
seperti model Persamaan Diferensial Parsial (PDP) memiliki keterbatasan karena memerlukan
pengaturan parameter manual, sementara metode pembelajaran mesin standar sering kali
sangat bergantung pada distribusi data latih. Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja
Hypernetwork Physics-Informed Neural Network (HyperPINN) yang mampu mengestimasi
parameter persamaan difusi secara adaptif berdasarkan fitur input citra. Penelitian ini secara
spesifik mengevaluasi pengaruh pemilihan arsitektur backbone (FNN, UNet, ResUNet,
DenseUNet, dan NAFNet) serta membandingkan efektivitas penggunaan persamaan PeronaMalik termodifikasi dan Persaamaan Difusi Panas sebagai fungsi kerugian berbasis PDP. Hasil
eksperimen menunjukkan bahwa arsitektur Nonlinear Activation Free Network (NAFNet)
memberikan kinerja terbaik dan konsisten di seluruh jenis tipe derau (noise). Pada kasus
Gaussian Noise level 10, NAFNet mencapai nilai PSNR tertinggi sebesar 34.51 dB, di atas
UNet (30.51 dB) dan FNN (27.40 dB). Penelitian ini juga menemukan karakteristik unik pada
Feedforward Neural Network (FNN), yang gagal menangani noise spasial berat (PSNR 15.20
dB pada jenis derau Speckle 0.5) namun cukup kompetitif dalam menangani gangguan
intensitas murni seperti Clipped Noise. Selain itu, penggunaan persamaan diferensial parsial
yang berbeda. Kesimpulannya, integrasi NAFNet dalam kerangka kerja HyperPINN dengan
regularisasi Perona-Malik terbukti menjadi solusi yang robust untuk restorasi citra adaptif.
Perpustakaan Digital ITB