digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi fokus utama dalam dunia bisnis dan investasi global. Di Indonesia, sektor pertambangan, dengan kontribusi fiskal dan ekonominya yang signifikan, menghadapi tekanan kuat untuk menerapkan prinsip-prinsip ESG. Namun, muncul sebuah paradoks di mana skor ESG yang tinggi tidak selalu menjamin nilai dan profitabilitas perusahaan yang juga tinggi, mengindikasikan adanya faktor lain seperti sentimen publik yang tecermin di media dalam memengaruhi persepsi investor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai ESG terhadap nilai perusahaan (diukur dengan Tobin's Q) dan profitabilitas perusahaan (diukur dengan ROA) pada sektor pertambangan di Indonesia, serta menguji peran sentimen publik sebagai variabel pemoderasi. Penelitian ini menggunakan data panel dari perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI selama periode 2015– 2022. Variabel sentimen publik dikuantifikasi dari artikel berita Detik.com melalui web scraping dan dianalisis menggunakan model deep learning IndoBERT. Selanjutnya, pengujian hipotesis dilakukan dengan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan maupun profitabilitas. Ketika sentimen ESG dimasukkan sebagai variabel moderasi, variabel tersebut memoderasi hubungan antara kinerja ESG dan profitabilitas, tetapi tidak pada hubungan antara kinerja ESG dan nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja ESG saja tidak cukup untuk meningkatkan nilai perusahaan dan profitabilitas pada sektor pertambangan di Indonesia, dan bahwa sentimen publik berbasis media dapat memperkuat hubungan terhadap profitabilitas.