Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi fokus utama dalam
dunia bisnis dan investasi global. Di Indonesia, sektor pertambangan, dengan
kontribusi fiskal dan ekonominya yang signifikan, menghadapi tekanan kuat untuk
menerapkan prinsip-prinsip ESG. Namun, muncul sebuah paradoks di mana skor
ESG yang tinggi tidak selalu menjamin nilai dan profitabilitas perusahaan yang
juga tinggi, mengindikasikan adanya faktor lain seperti sentimen publik yang
tecermin di media dalam memengaruhi persepsi investor. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai ESG terhadap nilai
perusahaan (diukur dengan Tobin's Q) dan profitabilitas perusahaan (diukur
dengan ROA) pada sektor pertambangan di Indonesia, serta menguji peran
sentimen publik sebagai variabel pemoderasi. Penelitian ini menggunakan data
panel dari perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI selama periode 2015–
2022. Variabel sentimen publik dikuantifikasi dari artikel berita Detik.com melalui
web scraping dan dianalisis menggunakan model deep learning IndoBERT.
Selanjutnya, pengujian hipotesis dilakukan dengan Moderated Regression Analysis
(MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG tidak berpengaruh
terhadap nilai perusahaan maupun profitabilitas. Ketika sentimen ESG
dimasukkan sebagai variabel moderasi, variabel tersebut memoderasi hubungan
antara kinerja ESG dan profitabilitas, tetapi tidak pada hubungan antara kinerja
ESG dan nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja ESG saja
tidak cukup untuk meningkatkan nilai perusahaan dan profitabilitas pada sektor
pertambangan di Indonesia, dan bahwa sentimen publik berbasis media dapat
memperkuat hubungan terhadap profitabilitas.
Perpustakaan Digital ITB