Hingga saat ini, ketelitian komponen vertikal dari penentuan posisi menggunakan GPS tidak sebaik komponen horisontalnya yang diakibatkan oleh bias dan kesalahan yang ada. Untuk memperoleh komponen vertikal (tinggi geodetik) yang memiliki kualitas yang baik pada penentuan posisi menggunakan GPS, maka bias dan kesalahan yang ada harus dapat tereduksi secara optimal. Untuk dapat mereduksi bias dan kesalahan yang ada dapat dilakukan dengan melakukan metoda pengamatan dan metoda pengolahan data yang baik.
Pada penelitian ini dilakukan pengambilan data menggunakan metoda GPS diferensial moda radial dari satu titik ikat. Pengolahan data dilakukan secara “single baseline” menggunakan perangkat lunak Bernese 5.0 dan TGO 1.62 dengan melakukan pengoreksian serta pengestimasian bias dan kesalahan secara optimal sesuai dengan kemampuan algoritma pengolahan data yang digunakan. Data yang digunakan adalah data dalam fungsi baseline dan lama pengamatan, sehingga dari pengolahan data dapat dihasilkan nilai beda tinggi geodetik dalam variasi spasial dan temporal.
Dari hasil pengolahan data, semakin pendek baseline pengamatan dan semakin lama pengamatan, maka kualitas nilai beda tinggi geodetik akan semakin baik dilihat dari variasi nilai beda tinggi geodetik. Pada baseline pengamatan yang lebih panjang dengan lama pengamatan yang lebih pendek dihasilkan kualitas beda tinggi geodetik yang kurang baik. Hal ini disebabkan karena bias dan kesalahan seperti bias troposfir, kesalahan orbit, multipath, dan lainnya tidak dapat tereduksi dengan optimal. Dari bias dan kesalahan tersebut, bias troposfer memberikan dampak yang lebih dominan karena belum dapat tereduksi secara optimal. Dilihat dari segi perangkat lunak yang digunakan, perangkat lunak Bernese 5.0 memberikan kualitas tinggi geodetik yang lebih baik daripada penggunaan perangkat lunak TGO 1.62
Perpustakaan Digital ITB