Kopi merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak dikonsumsi dan
menghasilkan limbah berupa ampas kopi dalam jumlah besar. Ampas kopi masih mengandung
senyawa volatil yang berkontribusi terhadap karakteristik aroma kopi, namun pemanfaatannya
sebagai sumber senyawa aroma masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk
memulihkan senyawa aroma dari ampas kopi menggunakan teknologi membran pervaporasi.
Ampas kopi diekstraksi menggunakan metode hot brew dan cold brew, kemudian dilakukan
proses pemulihan aroma menggunakan membran polidimetilsiloksan (PDMS) hidrofobik.
Proses pervaporasi dilakukan pada suhu umpan 45°C dengan variasi tekanan vakum 74 mmHg
dan 360 mmHg. Kinerja membran dievaluasi berdasarkan nilai fluks, enrichment factor (EF),
serta profil senyawa volatil pada sisi permeat menggunakan analisis GC-FID dan GC-MS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran PDMS berpotensi memulihkan senyawa aroma
dari ampas kopi dengan kemampuan memperkaya beberapa senyawa pada sisi permeat.
Beberapa senyawa menunjukkan nilai enrichment factor lebih dari satu yang menunjukkan
adanya pemekatan selektif melalui membran. Hasil analisis GC-FID dan GC-MS menunjukkan
keterbatasan dalam mendeteksi senyawa aroma khas kopi pada sampel hasil pervaporasi, yang
diduga disebabkan oleh rendahnya konsentrasi senyawa volatil serta kehilangan senyawa
selama tahap preparasi sampel. Namun, evaluasi sensori menunjukkan bahwa karakter aroma
kopi tetap dapat dipulihkan pada sisi permeat hasil pervaporasi. Kondisi operasi memengaruhi
kinerja proses pervaporasi, dimana peningkatan suhu umpan dan penurunan tekanan vakum
menghasilkan peningkatan fluks permeat. Metode hot brew menghasilkan profil aroma yang
lebih kompleks dengan karakter roasted, nutty, dan caramel, sedangkan metode cold brew
menghasilkan karakter aroma yang lebih lembut, ringan, dan clean.
Perpustakaan Digital ITB