digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Produksi minyak dan gas bumi Indonesia masih berada di bawah target nasional tahun 2030, sehingga diperlukan upaya peningkatan sumber daya melalui evaluasi potensi hidrokarbon pada reservoir yang telah teridentifikasi. Formasi Kujung di Cekungan Jawa Timur Utara merupakan salah satu reservoir karbonat produktif yang masih menjadi target eksplorasi karena memiliki potensi akumulasi hidrokarbon yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan fasies dan lingkungan pengendapan, menyusun model reservoir statis tiga dimensi (3D), serta menghitung sumber daya hidrokarbon reservoir karbonat Formasi Kujung di Lapangan LMR, Cekungan Jawa Timur Utara. Penelitian menggunakan data empat sumur yang terdiri atas log tali kawat, hasil analisis petrofisika, data batuan inti dan uji tekanan pada satu sumur, serta data seismik PSDM. Analisis dilakukan melalui interpretasi fasies berdasarkan data batuan inti dan neural network, pembuatan peta struktur kedalaman, pemodelan reservoir statis 3D, serta perhitungan sumber daya hidrokarbon menggunakan metode volumetrik yang dimodifikasi dari Craft dkk. (1991). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval penelitian tersusun atas 8 litofasies yang membentuk 2 asosiasi fasies, yaitu Platform Interior pada Zona A dan Platform Margin pada Zona B. Secara lateral, persebaran fasies menunjukkan pola barat–timur, dengan Platform Margin berkembang pada bagian selatan yang berdekatan dengan basin, sedangkan Platform Interior berkembang ke arah landward. Model reservoir statis 3D menunjukkan ketebalan rata-rata Zona A sebesar 30 m dan Zona B sebesar 70 m. Pemodelan properti reservoir menghasilkan rata-rata NTG sebesar 87,9% dan 3 rock types, yaitu RT1, RT2, dan RT3. Rata-rata porositas Zona A sebesar 0,18 dan Zona B sebesar 0,22, sedangkan rata-rata Vshale Zona A sebesar 0,327 dan Zona B sebesar 0,203. Persebaran properti petrofisika mengikuti pola fasies dan rock type, dengan Platform Margin yang didominasi RT1 dan RT2 menunjukkan kualitas reservoir yang lebih baik dibandingkan Platform Interior yang didominasi RT2 dan RT3. Kontak fluida ditentukan pada GOC 1347,5 m dan OWC 1353,5 m TVDSS. Hasil perhitungan volumetrik menghasilkan STOIIP sebesar 12 MMSTB dan GIIP sebesar 205,77 BSCF.