digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Abel Ulil Amri
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Lapangan Apege memulai pengeboran sumur eksplorasi pertamanya, yaitu sumur APG-1 pada tahun 1993, dilanjutkan dengan pengeboran sumur APG-2 tahun 1995. Penambahan enam sumur baru yang rampung hingga Oktober 2025 membutuhkan pembaruan model reservoir statis 3D untuk dapat mengurangi ketidakpastian dari model reservoir statis 3D sebelumnya. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan karakterisasi fasies dan lingkungan pengendapan, serta menentukan distribusi fasies dan properti petrofisika reservoir melalui pemodelan reservoir statis 3D. Pada penelitian ini digunakan data deskripsi batuan inti sumur APG-1, data seismik 2D sebanyak sembilan lintasan, data log tali kawat, dan data analisis properti petrofisika dari 13 sumur. Tahapan penelitian meliputi analisis lingkungan pengendapan, interpretasi horizon dan struktur pada seismik, pemodelan reservoir statis, serta estimasi volumetrik hidrokarbon dengan metode Stock Tank Oil Initially in Place (STOIIP). Penelitian dilakukan pada lima interval reservoir, yaitu C5, C6, C6U, C7, dan C8 berada di Formasi Bangko, Cekungan Sumatra Tengah. Hasil analisis menunjukkan daerah penelitian tersusun atas sembilan litofasies yang dikelompokkan ke dalam tiga asosiasi fasies, yaitu fluvial channel, overbank, dan floodplain. Berdasarkan hasil tersebut, kelima interval reservoir menunjukkan dua sistem pengendapan utama, yaitu sistem sungai teranyam dan sungai bermeander. Pemodelan reservoir statis 3D menunjukkan bahwa distribusi reservoir mengikuti arah pengendapan yang berorientasi selatan-utara. Distribusi properti petrofisika sangat dipengaruhi oleh persebaran fasies. Akan tetapi, distribusi saturasi air (Sw) tidak secara langsung mengikuti tren persebaran fasies, melainkan dikontrol oleh height above contact dan tekanan kapiler melalui metode Leverett J-function. Hasil perhitungan total volumetrik sumber daya hidrokarbon pada lima interval sebesar 13,84 juta stock tank barrel (STB) minyak di tempat, meningkat dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar 5,37 juta STB berdasarkan kontrol data tujuh sumur.