digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Cekungan Jawa Timur Utara merupakan salah satu cekungan penghasil hidrokarbon di Indonesia. Pada cekungan ini sudah terdapat banyak Wilayah Kerja Migas aktif, tapi masih ada beberapa area kosong yang belum menjadi Wilayah Kerja Migas, salah satunya adalah Blok X. Dari data hasil pengeboran 4 sumur di Blok X, ditemukan adanya gas show pada interval Formasi Kujung Unit- I. Dari hasil DST pada sumur NR-1 pada interval Formasi Kujung Unit-I, menghasilkan gas dengan kecepatan aliran 13.58 MMSCFPD (5820’-5840’) dan 13,42 MMSCFPD (5630’-5670’), sedangkan pada sumur GLTK-1 menghasilkan gas dengan kecepatan aliran 15,1 MMSCFPD (5668’-5698’) dan 6,75 MMSCFPD (5525’-5555). Oleh karena itu dilakukanlah penelitian tentang potensi hidrokarbon pada Formasi Kujung Unit-I pada Blok X. Penelitian dimulai dengan melakukan analisis fasies, fasies seismik, pemodelan asosiasi fasies, perhitungan petrofisik, serta pemodelan untuk pendistributsian sifat fisik batuan secara geostatistik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui asosiasi fasies penyusun Formasi Kujung Unit-1 serta penyebarannya baik horizontal maupun vertikal, mengetahui properti reservoir Formasi Kujung-1 serta penyebaran vertikal maupun horizontalnya dan pada akhirnya akan diketahui sumberdaya hidrokarbon pada Blok X. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa reservoir Kujung Unit-I, disusun oleh 4 asosiasi fasies, yairu back reef-lagoon, fore reef, patch reef dan barrier reef. Semua sumur yang ada pada Blok X ini hanya menembus asosiasi fasies back reef-lagoon dan fore reef, sedangkan asosiasi fasies patch reef dan barrier reef hanya dapat diidentifikasi melalui analisis fasies seismik. Dari hasil penelitian ini akan diketahui bahwa terdapat dua lead dan tiga prospect pada Blok X. Hasil dari perhitungan sumberdaya gas in place adalah 1426 BCF dari lead (lead 1 dan lead 2) dan 1569 BCF dari prospect (prospect GLTK-1, prospect BLBS-1 dan prospect NR-1).