Konsolidasi Tanah Vertikal (KTV) melalui skema U-Develop memerlukan proses
desain yang iteratif dan partisipatif, namun alat perancangan yang tersedia masih
bertumpu pada pemodelan statis sehingga sulit disesuaikan dengan cepat bersama
warga yang memiliki lahan campuran. Penelitian ini bertujuan membangun model
perencanaan tapak iteratif dalam penerapan KTV di Kampung Cibangkong, RW 05
dan RW 11, Kota Bandung, melalui tiga sasaran, yaitu identifikasi kondisi eksisting
kawasan, penyusunan program ruang, serta penyusunan model visual iteratif.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan strategi sequential
transformative, mencakup analisis gap kondisi eksisting berdasarkan lima aspek
SNI 03-1733-2004, penyusunan program ruang berdasarkan Model M.03 UDevelop, serta pemodelan tapak menggunakan Visual Computer Generated
Architecture (VCGA) pada CityEngine yang diuji melalui simulasi metode ORID
bersama empat peserta ahli, yaitu peneliti dan mahasiswa program studi
Perencanaan Wilayah dan Kota, sehingga pengujian ini berkedudukan sebagai uji
kelayakan alat partisipasi warga. Hasil penelitian menunjukkan kawasan seluas
62.257 m², dengan kepadatan eksisting kawasan studi sebesar 786 jiwa/ha pada
2025, sehingga memenuhi kriteria kelayakan lokasi U-Develop yang mensyaratkan
kepadatan di bawah 800 jiwa/ha. Program ruang terbagi atas Zona A, B, C, dan
infrastruktur, serta tujuh rule VCGA (Tower, Balai Warga, Pos Satpam, TPS,
Masjid, Zona C, dan Lapang) yang saling terhubung dari Setback hingga Color by
Use. Pemodelan ini terbukti mampu menghasilkan perubahan tata letak secara
langsung dan cepat selama sesi pengujian berlangsung, sehingga menghasilkan
Skenario 2 dari Skenario 1 secara real time saat diskusi berlangsung. Diskusi
mencakup pemisahan Zona A dan B, penambahan akses masuk, alih fungsi taman
bacaan menjadi lapangan, serta mempertahankan lokasi masjid yang sudah ada.
Temuan ini menunjukkan bahwa pemodelan prosedural berbasis VCGA layak
secara teknis sebagai alat bantu diskusi desain, sehingga bisa digunakan untuk
proses desain partisipatif langsung bersama warga.
Perpustakaan Digital ITB